Antisipasi Abu Merapi, Stupa Candi Borobudur Ditutup Terpal

user
agus 12 November 2020, 12:11 WIB
untitled

MAGELANG, KRJOGJA.com - Mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi Gunung Merapi, dan terjadinya hujan abu vulkanik di Candi Borobudur, beberapa stupa di bangunan Candi Borobudur dipasangi cover terpaulin. Demikian juga bagian lantai atau lorongnya.

Meskipun ada yang belum dipasangi, beberapa bungkusan berisi lembaran cover terpaulin sudah disiapkan di sekitar stupa-stupa di Candi Borobudur. Demikian juga terpaulin untuk dipasang di bagian lorong.

Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati SS MA kepada wartawan di Kantor BKB, Rabu (11/11), mengatakan pemasangan atau penutupan dilakukan sejak Selasa (10/11) lalu, dan itu baru untuk 32 stupa yang ada di bagian teras 8 bangunan Candi Borobudur dan lorong 1.

"Kami juga melakukan antisipasi. Karena kalau penutupan stupanya dilakukan bareng, akan membutuhkan waktu lama," katanya. Berdasar pengalaman erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu, membutuhkan waktu sekitar 2 jam lebih untuk menutupi seluruh stupa di Candi Borobudur. Waktu 2 jam lebih tersebut hanya untuk menutupi stupanya, padahal nantinya seluruh bagian lantainya juga akan ditutupi. Bagian lantai yang sudah terpasang saat ini di lantai lorong 1.

Cover terpaulin yang dipergunakan untuk menutupi stupa dan lantai ini terbuat dari bahan khusus, dan tidak akan merusak batuan candi. Beberapa hari ditutup menggunakan cover tersebut, batu tidak ada kerusakan. Dengan tertutupi atau terlindungi cover terpaulin ini, abu vulkanik tidak akan masuk ke nat-nat. Apalagi di bagian lantai yang terkena air hujan. Bila sampai masuk ke saluran drainase bangunan candi juga menyebabkan dibongkarkan bagian lantai.

Hingga Rabu kemarin sudah dicicil ditutupi atau dipasangi 32 stupa yang ada di teras 8, dan tidak menutup kemungkinan seluruhnya juga akan ditutupi atau dipasangi manakala terjadi erupsi Gunung Merapi untuk meminimalisir masuknya abu vulkanik dari Gunung Merapi ke nat-nat atau bebatuan candi. Untuk sementara ini belum semua stupa ditutupi. Untuk stupa induk yang ada di bagian atas bangunan Candi Borobudur merupakan yang terakhir yang akan ditutup atau dipasangi lembaran terpaulin.

Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Pemeliharaan Kawasan Cagar Budaya (KCB) BKB Bramantara secara terpisah mengatakan dalam pengelolaan sebuah warisan budaya dunia banyak sistem yang namanya Disaster Risk Management atau Manajemen Pengelolaan Bencana.

"Lha ini sebagai salah satu wujud tanggap terhadap bencana, walaupun kita berdoa bersama bahwa ini tidak terjadi. Manakala terjadi, dengan skala yang kecil dibandingkan dengan erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu," katanya. Saat ini sudah dilakukan pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Merapi lewat beberapa situs. "Makanya kita nyicil untuk melakukan tanggap bencana ini dengan melaksanakan pemasangan cover untuk perlindungan batu Candi Borobudur dari abu vulkanik Gunung Merapi," kata Bramantara. (Tha)

Credits

Bagikan