Pengurangan Jam Kerja, 540,12 ribu Warga DIY Terdampak Pandemi

user
tomi 09 November 2020, 17:24 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Terdapat 540,12 ribu orang penduduk di DIY yang terdampak Covid-19, terdiri dari 32,37 ribu pengangguran, 22,83 ribu orang bukan angkatan kerja, 36,57 ribu orang sementara tidak kerja dan 448,35 ribu orang penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja. Dampak Covid-19 yang paling banyak dirasakan penduduk usia kerja di DIY sebanyak 448,35 ribu orang atau 83,01 persen penduduk adalah adanya pengurangan jam kerja.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Heru Margono menuturkan berbagai permasalahan timbul dengan adanya pandemi Covid-19. Tidak hanya masalah kesehatan namun semua aspek kehidupan menjadi terdampak terutama perekonomian yang menurun sejak diberlakukannya pembatasan aktivitas masyarakat.

" Kondisi seperti itu juga berdampak pada dinamika ketenagakerjaan Indonesia, termasuk DIY. Tidak hanya pengangguran, namun penduduk usia kerja turut terdampak dengan adanya pandemi Covid-19," ujar Heru di Yogyakarta, Minggu (8/11).

Heru menjelaskan penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 dikelompokkan menjadi empat komponen yaitu penganggur, bukan angkatan kerja (BAK) yang pernah berhenti bekerja pada Februari hingga Agustus 2020, penduduk yang bekerja dengan status sementara tidak bekerja dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja.

Kondisi penduduk yang bekerja dengan status sementara tidak bekerja dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja merupakan dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan oleh mereka yang saat ini masih bekerja. Sedangkan kondisi penganggur dan BAK merupakan dampak pandemi Covid-19 bagi mereka yang berhenti bekerja.

"Sejumlah 448,35 ribu orang atau 83,01 persen penduduk usia kerja yang mengalami pengurangan jam kerja. Dampak terbesar kedua yaitu penduduk yang sementara tidak bekerja karena Covid-19 sebesar 36,57 ribu orang atau sebesar 6,77 persen," tandasnya.

Dampak covid juga mengakibatkan pengangguran meningkat akibat Covid-19 dan tercatat sebesar 32,37 ribu orang atau sekitar 31,78 persen dari total pengangguran di DIY yang mencapai 101,85 ribu orang. Selain juga juga adanya pergeseran dari angkatan kerja menjadi bukan angkatan kerja karena pandemi Covid-19.

"Jika ditinjau dari jenis kelamin, pada keempat komponen dampak Covid-19 menunjukkan jumlah laki-laki yang terdampak Covid-19 lebih besar daripada perempuan. Sementara itu, jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal menunjukkan bahwa dampak Covid-19 paling banyak dirasakan penduduk usia kerja di daerah perkotaan dibandingkan di perdesaan. Hal ini karena lapangan pekerjaan di daerah perkotaan lebih banyak dibandingkan perdesaan" jelasnya.

Berdasarkan distribusi kelompok umur, Heru menegaskan kelompok umur dewasa (25-59 tahun) merupakan kelompok umur yang paling banyak terdampak Covid-19 yaitu sejumlah 426,61 ribu orang atau 78,98 persen dari penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Sedangkan dampak terhadap penduduk kelompok muda sebesar 12,25 persen atau 66,17 ribu orang dan kelompok lansia sebesAr 8,77 persen atau 44,35 ribu. (Ira)

Kredit

Bagikan