Pendukung EA Kecewa Kinerja Bawaslu Sukoharjo

user
agus 23 Oktober 2020, 16:11 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Demo dilakukan ratusan pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Etik Suryani-Agus Santosa (EA) di kantor Bawaslu Sukoharjo, Kamis (22/10). Aksi dilakukan karena pendukung pasangan EA menilai Bawaslu Sukoharjo tidak adil dan berat sebelah dalam menyikapi pelanggaran Pilkada 2020.

Ketua Tim Pemenangan EA, Wawan Pribadi, mengatakan, kedatangan ratusan pendukung EA merupakan akumulasi kekecewaan terhadap kinerja Bawaslu Sukoharjo selama Pilkada 2020. Sebab Bawaslu Sukoharjo dinilai tidak adil dan berat sebelah dalam menyikapi pelanggaran Pilkada 2020.  Wawan menegaskan, pendukung EA sejak awal sudah bersikap baik dengan menuruti semua aturan berlaku. Selain itu juga meminta pada Bawaslu Sukoharjo menjalankan tugas dengan adil.

Bawaslu dikatakan Wawan sebagai lembaga pengawas pemilu seharusnya menegakan aturan untuk semua pihak calon bupati dan wakil bupati peserta Pilkada 2020. Selama ini, ditegaskan Wawan, Bawaslu hanya tegas untuk pelanggaran yang dilakukan oleh EA. Sedangkan pelanggaran dilakukan calon bupati dan wakil bupati lain ada kesan dibiarkan saja.

“Aksi ratusan pendukung EA ini merupakan akumulasi kekecewaan terhadap kinerja Bawaslu Sukoharjo. Mereka tidak adil dan berat sebelah,” ujarnya.

Beberapa bentuk pelanggaran yang dibiarkan oleh Bawaslu Sukoharjo terhadap calon bupati dan wakil bupati lain seperti konvoi sepeda motor di wilayah Kecamatan Kartasura. Peserta konvoi menggunakan sepeda motor dalam jumlah banyak tidak dibubarkan Bawaslu Sukoharjo. Pelanggaran lainnya seperti adanya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) kampanye oleh calon bupati dan wakil bupati lain mencantumkan waktu selama 24 jam.

Wawan juga mencontohkan, adanya bentuk pelanggaran lainnya dilakukan calon bupati dan wakil bupati lain seperti mengirimkan orang untuk mendatangi kecamatan, desa dan dinas dinas melakukan intimidasi. Hal ini seharusnya ditindak tegas oleh Bawaslu Sukoharjo karena merupakan pelanggaran berat.

“Sebenarnya pelanggaran sudah terjadi saat pendaftaran calon bupati dan wakil bupati lalu dimana ada calon bupati lain mengerahkan massa dalam jumlah banyak dan orasi. Padahal dilokasi acara tersebut juga ada Bawaslu Sukoharjo dan dibiarkan begitu saja,” lanjutnya.

Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto, mengatakan, menerima apa yang sudah disampaikan oleh tim pemenangan EA. Bawaslu Sukoharjo juga menerima massa dengan melakukan audiensi bersama.

“Ini jadi bahan evaluasi dan koreksi baik secara SDM maupun kelembagaan. Bawaslu Sukoharjo pada prinsipnya bekerja sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Bambang mengatakan, sebagai lembaga pengawas pemilu memang ada pemahaman yang berbeda oleh petugas sampai ketingkat desa terkait aturan. Hal ini dikarenakan banyaknya petugas tersebar di 167 desa dan kelurahan. (Mam)

Kredit

Bagikan