EA dan Joswi Siap Paparkan Visi Misi

user
danar 16 Oktober 2020, 21:10 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Etik Suryani-Agus Santosa (EA) dengan nomor urut 1 dan Joko Santosa-Wiwaha Aji Santoso (Joswi) nomor urut 2 siap tampil dalam agenda debat pertama Pilkada 2020. Kedua pasangan tidak melakukan persiapan khusus karena hanya akan memaparkan visi dan misi pada masyarakat. Kegiatan rencananya disiarkan secara langsung melalui televisi lokal dan media sosial pada 17 Oktober. Para pendukung diminta untuk tidak memaksakan diri mendatangi tempat acara debat dan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona.

Ketua Tim Pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati EA, Wawan Pribadi, Jumat (16/10/2020), mengatakan, tidak ada persiapan khusus dilakukan pasangan EA dalam menghadapi agenda debat pertama Pilkada 2020. Sebab dalam kegiatan tersebut nantinya hanya akan memaparkan visi dan misi pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Pemaparan visi dan misi dimaksudkan sebagai bentuk penyampaian program unggulan dari pasangan calon bupati dan wakil bupati EA pada masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa mengetahui keunggulan dari EA.

“Tidak ada persiapan khusus, pasangan calon bupati dan wakil bupati EA tetap siap mengikuti agenda debat Pilkada 2020. Nanti akan dipaparkan visi dan misi pada masyarakat,” ujarnya.

Wawan mengatakan, ada banyak program unggulan pasangan calon bupati dan wakil bupati EA dalam menghadapi Pilkada 2020. Salah satu diantaranya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di Sukoharjo sekarang. Selain itu juga banyak program diberikan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), petani dan masyarakat berkaitan dengan kesehatan gratis juga santunan kematian.

“Karena acara debat Pilkada 2020 digelar dan disiarkan oleh stasiun televisi lokal dan juga melalui media sosial maka kami himbau para pendukung dan kader EA untuk tidak memaksakan diri datang ke tempat acara debat. Cukup melihat di Posko EA saja dan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona,” lanjutnya.

Dalam acara debat, dijelaskan Wawan, akan dilakukan pembatasan dan aturan ketat. Sebab nanti hanya pasangan calon bupati dan wakil bupati dan didampingi oleh empat orang tim saja yang diperbolehkan masuk ke tempat acara.

Ketua Tim Pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Joswi, Eko Sapto Purnomo, mengatakan, kesiapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Joswi dalam menghadapi debat pertama Pilkada 2020 biasa saja. Sebab agenda nantinya hanya akan melakukan pemaparan visi dan misi saja. Dengan pemaparan tersebut maka masyarakat bisa mengetahui visi dan misi calon pemimpinnya.

“Tidak ada persiapan khusus, biasa saja bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati Joswi. Sebab nanti hanya pemaparan visi dan misi saja,” ujarnya.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda, Minggu (11/10/2020), mengatakan, KPU Sukoharjo sudah merencanakan agenda debat terhadap dua calon bupati dan wakil bupati peserta Pilkada 2020. Kegiatan tersebut merupakan tahapan yang harus digelar dan direncanakan digelar pada Oktober dan November mendatang.

Untuk agenda debat pada Oktober direncanakan akan digelar pada 17 Oktober nanti. Sedangkan kegiatan November mendatang masih belum diputuskan tanggalnya. Rencana kegiatan tersebut telah disosialisasikan KPU Sukoharjo kepada dua pasangan calon peserta Pilkada 2020.

“Format kegiatan debat calon bupati dan wakil bupati peserta Pilkada 2020 digelar dua kali Oktober dan November. Debat digelar secara berpasangan calon. Artinya langsung calon bupati dan wakil bupati atau tidak terpisah sendiri,” ujarnya.

KPU Sukoharjo memberlakukan aturan ketat terkait pelaksanaan kegiatan debat Pilkada 2020 tersebut. Salah satunya berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. Calon bupati dan wakil bupati pada saat kegiatan digelar dilarang membawa massa pendukung. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa karena rawan terjadi penularan virus corona.

Debat Pilkada 2020 digelar hanya akan diikuti pasangan calon bupati dan wakil bupati diikuti oleh empat orang tim dari masing masing pasangan calon. Pembatasan diberlakukan secara ketat oleh KPU Sukoharjo menyesuaikan dengan penerapan protokol kesehatan.

“Rencananya debat Pilkada 2020 akan disiarkan oleh televisi lokal dan ditayakan secara online juga melalui saluran resmi KPU Sukoharjo. Masyarakat bisa melihat secara online dan tidak perlu memaksakan diri datang melihat ketempat acara demi menghindari kerumunan massa,” lanjutnya.

Teknis pelaksanana debat Pilkada 2020 nantinya akan dipandu oleh pembawa acara. KPU Sukoharjo akan menggunakan panelis maksimal lima orang. Pertanyaan akan dirumuskan oleh panelis bersama KPU Sukoharjo disesuaikan dengan tema yang akan diangkat dalam debat tersebut.(Mam)

Kredit

Bagikan