Tampil di Editorial KR, Prof Dr Edy Suandi Hamid  Dukung Program BSU

user
agus 22 Agustus 2020, 20:02 WIB

YOGYA, KRJOGJA.com - Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diluncurkan Pemerintah diperuntukkan bagi para pekerja di sektor formal bergaji di bawah Rp 5 juta, sudah tepat. Upaya ini akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga roda perekonomian yang sempat tersendat akibat pandemi Covid-19, kembali bergerak.

Demikian diungkapkan Ekonom sekaligus Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc dalam acara bertajuk 'Editorial Kedaulatan Rakyat', Sabtu (22/8) dipandu Jurnalis Kedaulatan Rakyat, Primaswolo Sudjono. Editorial Kedaulatan Rakyat ini merupakan program baru Kedaulatan Rakyat TV yang membahas headline SKH Kedaulatan Rakyat. Kali ini membahas soal Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja terdampak Covid-19. Siaran ulang acara bisa disimak di channel youtube Kedaulatan Rakyat.

Namun agar program BSU tersebut betul-betul mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian, menurut Prof Edy ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pertama, penyaluran bantuan tersebut harus tepat sasaran, sehingga uang sebesar Rp 2,4 juta untuk empat bulan (Rp 600.000 per bulan) tersebut benar-banar dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan disimpan atau membayar hutang. "Kalau uang itu dibelanjakan maka akan memberikan multiplayer efek yang positif bagi ekonomi," ujarnya.

Prof Edy menilai proses penyaluran BSU untuk pekerja sektor formal ini akan lebih mudah atau tidak serumit dibanding pekerja sektor informal. Pasalnya data pekerja sektor formal sudah jelas tercatat di BPJS Ketenagakerjaan. Hanya perlu sedikit penelurusan lebih mendalam terutama terhadap pekerja yang punya bisnis sampingan atau istrinya juga bekerja sehingga pendapatannya lebih dari Rp 5 juta perbulan. "Tapi jumlah pekerja yang punya bisnis sampingan tidak banyak, sehingga kalupun ada yang meleset pasti tidak banyak," katanya.

Syarat kedua agar program BSU ini berhasil mengakselerasi perekonomian, menurut Prof Edy, selain daya beli masyarakat dinaikkan, sektor produksi juga harus siap. Jangan sampai saat masyarakat sudah punya uang, tapi barang yang dibutuhkan tidak ada. Prof Edy optimis sektor produksi akan bergeliat, manakala permintaan sudah ada dan daya beli masyarakat meningkat. Meskipun ada kemungkinan terjadi inflasi jika barang yang diproduksi tidak ada di pasaran, tapi Program BSU ini sangat dibutuhkan untuk mendongkrak permintaan yang di kuartal kedua kemarin benar-benar rendah.

"Program BSU ini sudah tepat. Kalau dana dari Pemerintah Pusat sudah siap dan para penerimanya sudah ada dan valid, maka program ini sebiknya segera digulirkan. Makin cepat, makin baik agar daya beli masyarakat kembali pulih dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional bisa segera terjadi. Tapi yang perlu diingat, saat sektor produksi digenjot juga harus memperhatikan protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan Covid-19," pungkasnya.

Saksikan replay editorial KR pada link berikut. (Dev)

Credits

Bagikan