Begini Cara Selamat di Daerah Operasi Militer

user
danar 11 Agustus 2020, 07:10 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com - Operasi militer baik misi perang maupun non perang pasti bisa mengundang akibat yang bisa saja menakutkan atau tak dikehendaki prajurit. Oleh karena itu banyak pengalaman yang dialami prajurit menjadi bahan wejangan untuk menghindari kisah-kisah menyedihkan berulang.

Setidaknya Yohanes Soetiman (80), purnawirawan KKO TNI AL ini punya pengalaman yang berguna ditularkan pada prajurit-prajurit muda yang hendak bertugas ke luar daerah agar bisa sukses mengemban tugas dan pulang dengan selamat.

"Sering ada prajurit yang kena celaka, misalnya tertembak musuh, senjatanya sendiri meledak, atau bahkan kecelakaan lain seperti terkena ledakan bahan peledak yang dibawa. Semua kejadian percaya atau tidak percaya bisa karena sikap diri sendiri selama dalam penugasan. Saat berangkat penugasan, semua orajurit harus bersih hati dan pandai menjaga diri untuk tidak melawan apa yang dilarang Tuhan, misalnya melakukna tindak asusila, mencuri atau merampas barang milik orang lain, hingga melanggar adat istiadat wilayah penugasan. Percaya atau tidak nyatanya banyak orang celaka akibat melanggar ketentuan ini. Pesan saya untuk prajurit-prajurit muda, jangan sampai berhubungan dengan wanita sembarang di daerah operasi, apalagi sampai meninggalkan luka atau melanggar adat etika setempat. Juga jangan sampai menggunakan kekuasaan di wilayah perang atau operasi untuk mendapatkan barang dengan cara-cara tidak halal. Ingat karma di medan operasi itu akan ada dan bisa mempengaruhi keselamatan," kata Soetiman.

"Dalam menghadapi tugas operasi, asal hati kita bersih, tak pernah adigang adigung dan taat beribadah di daerah operasi, pasti kita akan selamat dari segala bentuk kerugian," imbuhnya.

Soetiman pun punya banyak pengalaman ketika gerilya dan meyusup di Serawak saat konfrontasi Indonesia-Malaysia di tahun 1960-an yang pada akhirnya membuat rekan yuniornya di KKO bernama Usman Janatin tertangkap dan dihukum gantung karena sempat meledakkan bom.

Semua pengalaman Soetiman disampaikan kepada prajurit Yonif Raider 400/BR yang menemuinya untuk mohon doa restu sebelum berangkat tugas operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Senin (10/8/2020) di TMP Giri Tunggal Semarang.

Saya terharu setiap melihat prajurit akan tugas operasi. Karena saya dulu mengalaminya, bahkan sering tidak sempat berpamitan karena tugas dilakukan mendadak dan penuh kerahasiaan. Sekarang mungkin enak, bisa berhubungan dengan keluarga dari jarak jauh pakai handphone. Dulu boro-boro ada handphone, surat menyurat aja susah banget," kata Y Soetiman. Para prajurit Banteng Raiders akhirnya mendengar dan menyerap apa yang diwejangkan Yohanes Soetiman. (Cha)

Kredit

Bagikan