Kunjungi Beringharjo, Teten Masduki ‘Disambati’ Pedagang

user
ivan 05 Agustus 2020, 16:34 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Menteri Koperasi (Menkop dan UKM) Teten Masduki secara tiba-tiba mengunjungi Pasar Beringharjo, Rabu (05/08/2020) siang. Teten secara langsung mendengarkan keluh kesah para pedagang yang terpukul akibat pandemi Covid-19.

Teten berkeliling dari bagian barat hingga selasar tengah Beringharjo. Ia beberapa kali berhenti dan menyapa para pedagang di bagian los pakaian dan cinderamata yang dirasa sangat terdampak pandemi.

Selama kurang lebih satu jam Teten bersama timnya berada di Beringharjo. Ia juga sempat membagikan masker untuk para pedagang sebagai upaya pencegahan penularan virus.

Teten mengaku mendengar keluhan para pedagang yang omsetnya turun hingga 80 persen selama pandemi Covid. Para pedagang terutama kebutuhan tersier seperti cinderamata dan pakaian diakui sangat terpukul karena pembeli menurun drastis akibat pandemi.

“Ini yang dirasakan oleh pedagang di seluruh pasar yang saya kunjungi sejak pandemi Covid. Tadi pedagang menyampaikan pembelinya turun 70-80 persen karena memang sekarang situasi pandemic corona selain turis berkurang, juga orang memprioritaskan konsumsi atau belanja bahan pokok. Sektor seperti pakaian, suovernir oleh-oleh, cienderamata terpukul. Mudah-mudahan bisa segera kita segera pulih,” ungkap Teten.

Pemerintah menurut Teten mempersiapkan program bantuan untuk UMKM terdampak pandemi Covid. Sebanyak 12 juta UMKM di seluruh Indonesia telah didata dan akan mendapat bantuan Rp 2,4 juta sebagai tambahan modal usaha.

“Saat ini bansos produktif sedang dalam proses, modal kerja secara hibah untuk pelaku usaha kecil dan mikro yang selama selama ini unbankable. Belum menerima pembiayaan untuk 12 juta pelaku angkanya Rp 2,4 juta per orang. Kami juga sedang susun lagi program berikutnya tapi belum bisa saya sampaikan. Intinya agar UMKM tetap bertahan,” sambung Teten.

UMKM menurut Teten mendapat perhatian besar dari pemerintah mengingat sektor ini menjadi andalan penunjang perekonomian nasional hingga 99 persen. “Kita sedang diminta menyiapkan program, pemerintah melalui kami membeli produk-produk UMKM terutama sektor pangan yang tidak terserap pasar. Nilainua masih digodok oleh kementerian, mudah-mudahan selain membantu masalah pembiayaan, juga kita membantu peningkatan penjualan,” pungkasnya. (Fxh)

Kredit

Bagikan