Lagi, Bayi Perempuan Dibuang di Tumpukan Sampah

user
tomi 03 Agustus 2020, 11:42 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kasus pembuangan bayi kembali terjadi di Sleman. Jika sebelumnya dibuang di depan rumah warga, kali ini bayi ditemukan di tumpukan sampah dekat rumah warga Dusun Nganggrung Sukoharjo Ngaglik Sleman, Senin (3/8) pagi sekitar pukul 08.00

Saat dibuang dengan posisi telanjang dan masih ada tali pusar, bayi berjenis kelamin perempuan itu diduga masih hidup. Mengingat satu jam sebelum ditemukan, ada seorang anak yang mendengar suara tangis bayi.

Seperti diungkapkan Risma (9,5) warga setempat, yang mengaku mendengar suara tangis bayi sekitar pukul 07.00. Saat sedang mengejar kucing untuk diberi makan, saksi yang melintas di TKP mendengar tangis bayi dari buis beton yang digunakan untuk tempat sampah.

"Menangis dua kali, tapi suara tangisannya sangat lemah. Saya sempat mengintip ke tempat sampah, namun tidak melihat bayi. Kemudian saya melanjutkan mengejar kucing untuk diberi makan," ungkapnya.

Sedangkan Bejo Winarno (74) mengatakan, sekitar pukul 08.10 ia diberitahu oleh menantunya, Winarti (50), yang menemukan bayi. Saat itu, menantunya bermaksud mengumpulkan sampah di buis beton yang dijadikan tempat sampah. Saat mengangkat sampah dalam tas kresek, Winarti kaget setelah tanpa sengaja tangannya menyentuh benda seperti kulit manusia. Saat dilihat, ternyata bayi perempuan dalam kondisi memutih diduga karena kedinginan. Bayi itu dalam posisi tengkurap, tanpa suara.

"Kami kemudian melapor ke RT diteruskan ke polisi. Bayi itu ditemukan di bawah tumpukan sampah dalam kondisi sudah meninggal," jelasnya.

Bejo Winarno menambahkan, dini hari sebelum ditemukan atau sekitar pukul 01.30, ia melihat sorot cahaya lampu motor berhenti di dekat tempat sampah. "Di situ hanya sebentar, sekitar 5-10 detik kemudian pergi. Saya tidak tahu apakah itu pelakunya atau bukan," pungkas Bejo.

Kapolsek Ngaglik Kompol Tri Adi mengatakan, masih akan menyelidiki kasus itu. "Untuk sementara bayi kita bawa ke RS Bhayangkara, sedangkananggota masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Perkembangan kita infokan, mudah-mudahan segera terungkap pelakunya," tulisnya melalui pesan singkat. (Ayu)

Kredit

Bagikan