Walikota Magelang Prihatin Perkembangan Positif Covid-19 di Wilayahnya

user
agus 31 Juli 2020, 17:32 WIB
untitled

MAGELANG, KRJOGJA.com - Usai Salat Idul Adha 1441 H Tahun 2020, Jumat (31/7/2020), Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT menyerahkan bantuan bantuan hewan kurban di 4 lokasi berbeda, yang masing-masing lokasi bantuan berupa 1 ekor sapi. Tidak sekadar menyerahkan bantuan hewan kurban, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk bersilaturahim dan memberikan edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan protokol kesehatan.

Masalah perkembangan kasus positif Covid-19 di wilayah Kota Magelang, yang terjadi akhir-akhir ini, memperoleh perhatian serius Walikota Magelang dan jajarannya. Kalau sebelumnya sekitar 1 bulan lebih keberadaan wilayah Kota Magelang sudah landai dan masuk zona hijau, namun akhir-akhir ini berubah. Walikota Magelang berharap agar perubahan tersebut jangan sampai kembali menjadi oranye atau merah, bahkan menjadi hitam

Ini seperti yang disampaikan saat menyerahkan hewan kurban di wilayah Kampung Menowo Kelurahan Kedungsari Kota Magelang, bahwa merasa prihatin dengan kondisi yang ada. Dalam kesempatan ini Walikota Magelang juga berharap pengertian New Normal jangan diartikan dengan segala-galanya bebas.

Sedang ketika memberikan bantuan hewan kurban di wilayah Samban Kidul Kelurahan Panjang, Walikota Magelang sempat melihat ada beberapa anak tidak memakai masker. Anak-anak tersebut didekati dan diedukasi agar mereka memakai masker. Penyerahan dan memakaikan masker juga langsung dilakukan, termasuk oleh Sekretaris Daerah Kota Magelang Drs Joko Budiyono MM maupun lainnya, yang mengikuti rombongan Walikota Magelang.

Kepada wartawan, Walikota Magelang diantaranya mengatakan menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Walikota Magelang di tahun kedua ini ingin lebih dekat dengan masyarakat, sambil melakukan silaturahim dan menyerahkan hewan kurban. Dalam kegiatan ini juga dilakukan edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan perkembangan Covid-19 di wilayah Kota Magelang akhir-akhir ini.

"Yang tadinya wilayah Kota Magelang sudah melandai dan melantai dengan zona hijau, namun akhir-akhir ini ada pergerakan lantaran masyarakat tidak patuh," kata Walikota Magelang yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Magelang. Pengertian dan pemahaman masyarakat tentang New Normal ada yang kurang, sepertinya sudah seperti normal biasa. Padahal belum. "Virus ini menjadi ancaman kita semua," tegas Walikota Magelang. (Tha)

Kredit

Bagikan