Dukung Jakstranas, Lima Benua Sampaikan Surat Terbuka ke Jokowi

user
agus 30 Juli 2020, 20:13 WIB
untitled

KLATEN, KRJOGJA.com - Biennale Bank Sampah tahun 2020 yang digelar selama sepekan di Ruang Bersama, Dukuh Mogok, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten kini telah selesai, Kamis (30/07/2020). Melalui kegiatan ini diharapkan mampu merubah mindset, bukan mindset dalam pengelolaan sampah saja melainkan juga mindset pada pemerintahannya.

Direktur Artistik Biennale Bank Sampah, Temanku Lima Benua atau akrab disapa Liben, mengatakan, ada beberapa poin penting hasil dari kegiatan tersebut yang kemudian disampaikan secara terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Hasil dari Biennale Bank Sampah adalah mendukung Jakstranas (kebijakan strategi nasional) dengan rekomendasi sebagai berikut, pertama, organisasi pemerintah harus progresif dan dinamis; kedua, dominasi ekonomi rente harus melalui fit and proper test; ketiga, pemerintah harus berpihak dalam penganggaran yang wajar; keempat, good government dalam pengelolaan sampah dan tidak tumpang tindih; kelima, perlu melibatkan ahli komunikasi, sosialisasi dengan harga professional.

"Kita mendukung Jaktranas yang menargetkan tahun 2025 adalah 30% sampah terkurangi dan 70% sampah tertanggulangi. Jadi kita fokus ke target tahun 2025. Tapi kita mendukung itu bila organisasi pemerintahan progresif dan dinamis. Pemerintah harus bisa mengikuti itu. Kita sampaikan lima poin itu secara terbuka kepada pak Jokowi," ujarnya.

Kegiatan Biennale Bank Sampah merupakan hasil kerjasama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten dengan para seniman dari Sanggar Lima Benua. Pameran yang digelar selama sepekan sejak Kamis (23/07/2020) ini menampilan 200-an karya seni berbahan baku sampah.

Kepala DLHK Klaten, Srihadi, mengatakan, Biennale Bank Sampah dimaksudkan untuk menanamkan mindset pengelolaan sampah secara baik dan benar. Menurutnya, permasalahan sampah bukan persoalan ringan. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk maka persoalan sampah semakin bertambah kompleks.

"Masalah pengelolaan sampah, intinya adalah penanganan dan pengurangan terhadap sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga," ujarnya. (Lia)

Credits

Bagikan