DIY Antisipasi Munculnya Klaster Perkantoran

user
agus 29 Juli 2020, 12:32 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Penyebaran virus Covid-19 di DIY melalui perkantoran menjadi perhatian Pemda DIY. Terlebih sudah ada laporan model penyebaran tersebut di Jakarta.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs K Baskara Aji mengungkapkan, adanya temuan klaster perkantoran yang terjadi di Jakarta menjadi perhatian Pemda DIY. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan, Pemda DIY menerapkan protokol ketat terhadap PNS dan pegawai di setiap kantor pemerintahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satu protokol ketat yang sudah diterapkan di DIY adalah tidak adanya presensi sidik jari ke para pegawai ke alat pemindai. Sebagai ganti presensi dilakukan menggunakan handphone masing-masing.

"Apabila ada karyawan yang sakit mengarah ke tanda-tanda Covid-19 tidak diizinkan masuk kantor dan dipersilakan untuk menjalani karantina mandiri di rumah. Jika gejala tidak kunjung membaik maka diperiksakan ke rumah sakit,"ujarnya.

Terkait perlunya dilakukan test swab massal kepada para pegawai, Baskoro Aji menyakatan tidak perlu. "Karena OPD lebih mudah memantau mengingat setiap hari berinteraksi dan bisa pantau perkembangan per orang. Meski begitu kami tetap memperketat perjalanan dinas luar kota. Setiap pegawai yang usai melakukan perjalanan dinas pun harus menjalani karantina dan pemeriksaan Covid," jelasnya.

Sebelumnya diberiktan bahwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, sebanyak 440 karyawan yang tersebar di 68 perkantoran di Jakarta terpapar Covid-19. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia memastikan hal itu. "Benar, (data) itu menjadi kewaspadaan kita bersama," kata Dwi.

Dwi mengimbau manajemen perkantoran di Jakarta memperketat penerapan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak antar-karyawan, menggunakan masker, dan membatasi jumlah karyawan yang masuk agar tak melebihi 50 persen dari kapasitas gedung. "Saat makan siang, jangan berkerumun atau ngobrol berhadap-hadapan dalam jarak dekat. Karyawan harus sering cuci tangan, kalau tidak enak badan, lebih baik tidak masuk kerja," ucap Dwi. (Ria/Ira/Sim)

Credits

Bagikan