Polres Klaten Panggil Saksi Kasus Tambang Merapi

user
agus 28 Juli 2020, 15:32 WIB
untitled

KLATEN, KRJOGJA.com - Polres Klaten bakal memanggil para saksi untuk dilakukan klarifikasi terkait kasus tambang PT. STAR yang pernah beroperasi di Tegalmulyo, Kemalang, Klaten. Konflik internal pengusaha tambang ini dipicu dari bagi hasil usaha pertambangan yang tak sesuai dengan kesepakatan.

"Nanti kita klarifikasi terkait dengan beberapa pihak. Termasuk akan kita datangkan ahli baik dari pidana maupun perdata. Selanjutnya perkembangan nanti saya sampaikan," ujar Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan, Selasa (28/07/2020).

Dijelaskan, aduan tersebut dilaporkan oleh Wisnu Nugroho warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo ke Polres Klaten pada tahun 2019. Terakhir, polisi telah mengambil keterangan para ahli. Surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) pertama telah diberikan kepada pelapor pada April 2020.

"Kami sudah memproses aduan itu dan melakukan penyelidikan. Ini kan persoalan internal perusahaan, terkait ada beberapa perjanjian," ujar Hasibuan.

Sementara itu, Wisnu Nugroho bersama kuasa hukumnya, Jamal, mendatangi Polres Klaten, Senin (27/07/2020) sore. Kedatangannya itu untuk menindaklanjuti aduan yang pernah dikirim ke Polres Klaten pada tahun 2019.

"Silaturahmi ke Polres Klaten ini untuk menanyakan aduan klien kami pak Wisnu. Beliau ini sudah hampir satu tahun buat laporan ke Polres Klaten, aduan, tidak mampu dinaik-naikkan, saya gak tahu kenapa," ujar Jamal.

Jamal mengatakan, perihal SP2HP yang diterima tertanggal 6 April 2020 terkait kebutuhan ahli perdata, pihaknya juga ingin memastikan apakah polisi telah meminta keterangan ahli perdata.

"Kalau memang belum mendapatkan dua alat bukti sesuai marwah KUHP, ayo saya bantu nyari dua alat bukti tersebut. Kami menghargai institusi Polri, teman-teman penyidik yang sudah dibiayai oleh negara maka harapan saya tunjukkanlah profesionalitas," tandasnya.

Sebagai informasi, kasus ini bermula ketika empat sahabat masing-masing Wisnu Nugroho warga Solo, AFR warga Sleman, AZS warga Klaten, dan HKY warga Solo bersepakat membangun usaha di bidang pertambangan. Melalui PT. STAR izin usaha pun keluar dengan daerah operasi di Tegalmulyo, Kemalang, Klaten.

Usaha tambang yang dikelola sejak awal tahun 2019 itu tak berlangsung lama. Usaha tambang tutup diakhir tahun 2019 karena konflik internal. Wisnu merasa dikhianati oleh HKY. Ia tak bisa menikmati hasil dari usaha tersebut. Merasa dirugikan, Wisnu kemudian melaporkan HKY ke Polres Klaten. (Lia)

Kredit

Bagikan