Pemkab Antisipasi Lonjakan Kasus Corona Pemudik

user
tomi 29 Juli 2020, 18:30 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Pemkab Sukoharjo antisipasi lonjakan kasus positif virus corona dengan mewaspadai media penularan dari kedatangan pemudik. Pergerakan pemudik saat libur Idul Adha diawasi ketat petugas tim gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Selasa (28/7) mengatakan, kasus positif virus corona di Sukoharjo masih tinggi. Karena itu, langkah percepatan penanganan dan pencegahan harus dilakukan. Penanganan kasus positif sekarang masih terus dilakukan. Bahkan petugas berhasil setelah melakukan penanganan pasien di Rumah Sehat Covid-19 di Mandan, Sukoharjo hingga proses kepulangan semuanya. Penanganan lain juga dilakukan terhadap pasien baik di rawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah.

"Tidak cukup ditangani saja yang sudah positif virus corona. Tapi juga bentuk pencegahan seperti menerapkan protokol kesehatan yang sudah diterapkan. Pencegahan lain terkait kerawanan penularan dari kedatangan pemudik saat libur Idul Adha. Jadi perlu diantisipasi dengan pengetatan pengawasan," ujarnya.

Bupati mengatakan, beberapa waktu lalu kondisi di Sukoharjo sempat terjadi penurunan drastis jumlah kasus positif virus corona yang dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri. Dalam kondisi tersebut Pemkab Sukoharjo sempat optimis secepatnya bisa menuntaskan hingga nol kasus positif virus corona. Namun kemudian mendadak terjadi penambahan kasus positif virus corona setelah muncul klaster baru pemudik.

Temuan kasus positif terhadap pemudik didapati petugas disejumlah wilayah di Sukoharjo. Bahkan kasus tersebut masih terus didapati hingga sekarang. Kondisi tersebut membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo bekerja keras melakukan penanganan.

"Pengawasan terhadap pemudik masih berjalan sampai sekarang. Tapi karena ada momen libur Idul Adha maka akan diperketat. Kami harap tidak muncul lagi temuan penularan virus corona dari pemudik," lanjutnya.

Pengetatan pengawasan sudah diminta bupati kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Pengawasan dilakukan di wilayah perbatasan dan terminal bus. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi pintu keluar masuk pemudik dari luar daerah.

Pendatang yang masuk di wilayah Sukoharjo menggunakan berbagai sarana transportasi seperti mobil pribadi, bus dan travel akan dilakukan pemeriksaan medis oleh petugas. Pemeriksaan meliputi pengecekan suhu badan, memakai masker, riwayat kesehatan dan lainnya.

"Protokol kesehatan tetap wajib dilaksanakan sebagai antisipasi penularan virus corona. Terkait pemudik, pengawasan juga harus dilakukan pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan serta RT/RW diminta membantu pengawasan di wilayah masing masing," lanjutnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, pergerakan pemudik masih terus dilakukan disemua wilayah sampai sekarang. Hal itu dimaksudkan setelah sempat ada temuan kasus positif virus corona dari pemudik. Bahkan kasus sempat melonjak dibeberapa wilayah karena faktor penularan pemudik. Beberapa kasus positif virus corona dari klaster pemudik diketahui meninggal dunia.

"Ya jelas pengawasan ketat terhadap pemudik masih kami lakukan. Termasuk saat libur Idul Adha karena momen tersebut kemungkinan muncul peningkatan pergerakan aktivitas pemudik dari berbagai daerah," ujarnya. (Mam)

Credits

Bagikan