Corona 'Airborne', Dokter Ingatkan Sirkulasi di Ruang Tertutup

user
tomi 28 Juli 2020, 11:07 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - WHO merilis pernyataan terkait potensi virus corona SARS-Cov-2 bersifat airborne atau dapat menyebar melalui udara. Masyarakat pun khawatir meski saat ini tercatat para penderita sangat mungkin disembuhkan.

Dokter spesialis THT- KL, Rumah Sakit Akademi (RSA) UGM, dr Anton Sony Wibowo memberikan saran agar masyarakat tidak panik menghadapi pernyataan WHO terkait Corona yang bisa menular melalui udara. Namun demikian, dr Anton tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Tetap jalankan protokol kesehatan yakni bagus untuk pencegahan ya dengan mengenakan masker. Selain itu juga tetap menjaga jarak dan mencuci tangan. Tidak perlu panik atau khawatir berlebihan tapi tetap waspada,” ungkapnya pada wartawan, Selasa (28/7/2020).

dr Anton menyampaikan penyebaran virus corona selama ini diketahui terjadi melalui percikan droplet atau liur yang keluar dari mulut atau hidung. Namun sejumlah penelitian terbaru menunjukkan adanya penyebaran virus melalui transmisi udara meski masih dalam kajian lebih lanjut.

Apabila benar demikian, maka partikel virus bisa bertahan lebih lama di udara. Artinya, potensi penyebaran virus akan lebih besar jika berafa di ruangan tertutup.

“Potensi penyebaran virus lebih besar jika berada di ruangan tertutup atau ventilasi yang buruk karena udara hanya berputar di ruang itu saja. Kalau di ruang tertutup hindari ruangan yang kedap atau dengan sirkulasi tertutup,” ungkapnya lagi.

Penting sekali saat ini untuk mengatur ventilasi ruangan sebaik mungkin. Udara masuk dan keluar sebaiknya diatur termasuk kecukupan sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan.

“Sebisa mungkin juga membatasi jumlah orang dalam ruangan. Sangat penting juga memastikan riwayat kontak orang-orang yang berada dalam ruangan,” pungkas dr Anton. (Fxh)

Credits

Bagikan