Go Digital, Wisata Jip Merapi Terapkan Normal Baru

user
tomi 27 Juli 2020, 11:22 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Empat bulan lamanya wisata jip Merapi lumpuh karena pandemi Covid-19. Perlahan, beberapa minggu terakhir mereka mulai bangkit, meski wisatawan yang datang masih sangat terbatas.

Heri Giarto, salah satu pemilik jip menyebut, setidaknya ada 800 orang yang menggantungkan hidup dari kegiatan pariwisata lereng Merapi. Para pengemudi jip ini tergabung dalam Asosiasi Jip Lereng Merapi (AJLM). “Jumlah pemilik ini setidaknya ada 800 orang, tapi kalau ditambah dengan semua yang menggantungkan hidup dari wisata ini mungkin totalnya sampai 5000 orang karena plus anak istri juga. Selama pandemi kemarin benar-benar lumpuh, empat bulan tidak ada wisata,” ungkapnya ketika berbincang, Senin (27/7/2020).

Saat ini AJLM sudah membuka kembali wisata jip Merapi. Mereka menerapkan standar keselamatan prosedur ketat termasuk syarat protokol kesehatan dalam masa kenormalan baru. “Penumpang harus mengenakan helm, sabuk pengaman dan saat kenormalan baru, jumlahnya dibatasi hanya tiga orang. Armada juga dilengkapi dengan sekat fiber untuk memisahkan pengemudi dengan penumpang. Dari sisi pengemudi, paguyuban mewajibkan seluruhnya mengenakan pelindung kaki dan kepala. Selain itu, armada juga harus dilengkapi dengan perangkat radio komunikasi yang selalu terhubung dengan pos induk di pangkalan,” sambung dia.

Ketua AJLM Bambang Kotir yang ditemui di Camp Jip Wonogondang, Cangkringan menyampaikan hal senada. Bambang yang merupakan pionir jip Merapi itu menyebut, saat ini pendapatan anggotanya boleh dikatakan mati suri karena penghasilan murni dari jasa wisata "Saya pahami kondisi ini sebagai bencana non-alam, jadi kami menyikapi ini hanya bisa sabar, biar reda dulu, sambil terus berusaha cari jalan lain. Sekarang sudah mulai, semua disiapkan termasuk protokol kesehatan yang jadi wajib untuk kenormalan baru,” ungkap Bambang.

Sementara Danang Wicaksana Sulistya (DWS) yang merupakan salah satu tokoh di Sleman mengapresiasi langkah paguyuban jip Merapi yang menatap optimis kedepan dengan kesadaran baik. DWS bahkan menawarkan usulan pembuatan sistem pemesanan atau booking dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk kenyamanan wisatawan.

“Praktiknya simpel, bikin aplikasi pemesanan dengan dual interface seperti transportasi online, sisipkan promosi atraksi menarik, dan berlakukan single tap ticketing. Wisatawan kan pasti inginnya simple, masuk bayar sekali sudah dapat semua atraksi menarik. Ini yang harapannya bisa diwujudkan,” ungkap DWS.

DWS sendiri sempat menjajal sendiri protokol kenormalan baru wisata jip Merapi. Ia berharap wisata di lereng Merapi bisa bersinergi untuk membawa kebaikan bagi masyarakat. (Fxh)

Credits

Bagikan