Pedagang Kecil Pakem Curhat Sepi di Masa Pandemi

user
agus 24 Juli 2020, 21:22 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Terminal Pakem, Sleman mengaku kesulitan mengakses modal. Mereka kesulitan untuk mencari nafkah di masa pandemi Covid yang membuat ekonomi keluarga berjalan terseok.

Lasmiyati (46), pedagang minuman dawet mengaku selama empat bulan terakhir ia merasakan dagangannya sangat sepi. Orang-orang menurut dia takut dengan pandemi Covid sehingga tak keluar rumah termasuk membeli makanan dari luar.

“Sepi sekali empat bulan ini, saya berjualan sudah duapuluh tahun, ini baru betul-betul terasa sepi. Susah sekali masa ini saya rasakan,” ungkapnya ketika berbincang bersama Danang Wicaksana Sulistya (DWS) Jumat (24/7/2020) petang.

Lasmiyati mengungkapkan saat ini pedagang kecil sepertinya kerap terpaksa meminjam uang untuk modal berdagang. Dia pun berharap, pelaku UMKM dapat lebih mudah mendapatkan akses pinjaman modal dengan bunga rendah agar tak terjebak gali lubang tutup lubang saat membutuhkan modal berjualan.

“Ya akhirnya kami dapat pinjaman berbunga tinggi dari rentenir akibat terkendala jika harus mengajukan pinjaman dari perbankan. Ini harapannya akses untuk kami bisa dipermudah,” sambungnya.

Sementara DWS yang secara spontan mendatangi para pedagang kecil di Pakem memahami betul persoalan yang dihadapi. Menurut dia, pemerintah dapat memudahkan akses permodalan untuk pelaku usaha mikro dengan mempermudah persyaratan dan menurunkan bunga serendah mungkin.

“Namun sebelum itu, pemerintah harus memiliki data yang memadai terkait jumlah pelaku usaha mikro yang perlu dibantu. Tapi penting juga pemerintah melakukan penataan, perlindungan dan pendampingan manajemen,” sambung pria yang didekatkan pada bursa pilkada Sleman ini.

DWS sendiri sampai saat ini masih enggan disebutkan masuk dalam kontestasi pilkada Sleman. Ia memilih melakukan aksi riil di masyarakat sembari menyerap aspirasi yang dirasakan warga di Kabupaten Sleman. (Fxh)

Kredit

Bagikan