Pemkab Ancam Tutup Jasa Pariwisata Tak Taat Protokol Kesehatan

user
agus 24 Juli 2020, 19:32 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Pelaksanaan protokol kesehatan penanganan Covid-19 menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo pada masa menjelang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pascapandemi virus Korona. Bahkan wakil bupati (wabup) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana mengeluarkan statemen tidak main-main, akan menutup usaha wisata yang terbukti melanggar.

Mas Wabup demikian Fajar Gegana biasa disapa menegaskan, dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona di kabupaten ini, khususnya dari sektor pariwisata maka pemkab akan mengoptimalkan pengawasan terhadap obwis dan pelaku jasa wisata yang sudah beroperasi. Jika ditemukan ada pelanggaran protokol kesehatan maka pihaknya tidak segan-segan akan mengambil tindakan tegas termasuk menutup objek tersebut. "Objek wisata yang sudah beroperasi, akan kami awasi betul. Kalau sudah diuji coba dan ternyata tidak tertib maka kami tindak," tegasnya.

Kepala Dispar Joko Mursito SSi MA menegaskan, dari proses verifikasi sampai turun rekomendasi pihaknya sudah tegas terhadap para pelaku jasa wisata agar terhadap protokol kesehatan. "Pengelola destinasi wisata yang melanggar ketentuan pemerintah akan kami tutup," tegasnya saat mendampingi Wakil Bupati (Wabup) Fajar Gegana meninjau penerapan protokol kesehatan di Dapur Semar Resto, Pedukuhan Beji Kalurahan/ Kapanewon Wates, Kamis (23/7) sore.

Sikap tegas tersebut dinilainya penting dilakukan mengingat, kasus Covid-19 di DIY saat ini terus naik. "Kondisi ini perlu perhatian dan kerjasama dari semua unsur. Kasus virus Korona tidak bisa dianggap enteng," jelasnya.

Selain para pelaku jasa wisata sejumlah objek wisata (obwis) di Kulonprogo juga telah menggelar simulasi dan menerima pengunjung. Di antaranya Pule Payung, Kalibiru, Pantai Glagah, Waduk Sermo, Gunung Kuniran, Taman Bambu Air, Goa Kiskendo, Kedung Pedut, Mudal dan Hutan Mangrove Congot.

"Mereka yang memenuhi standar operasional prosedur (SOP) pencegahan Covid-19 berdasarkan hasil verifikasi telah mendapat surat rekomendasi untuk operasional secara terbatas," tuturnya menambahkan di sektor rumah makan dan restoran tercatat ada 25 usaha yang telah mengajukan simulasi tapi baru 10 yang iverifikasi.

"Yang sudah terverifikasi, boleh buka dengan jumlah pengunjung terbatas. Untuk destinasi wisata ada 11-an objek dan lima telah diverifikasi, tapi masih menunggu keluar rekomendasinya," ungkap Joko Mursito.

Hal senada disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Wabup, Fajar Gegana. Pemkab ungkapnya akan mengoptimalkan pengawasan terhadap obwis dan pelaku jasa wisata yang sudah beroperasi. Jika ditemukan ada pelanggaran protokol kesehatan maka pihaknya tidak segan-segan akan mengambil tindakan tegas termasuk menutup objek tersebut. "Objek wisata yang sudah beroperasi, akan kami awasi betul. Kalau sudah diuji coba dan ternyata tidak tertib maka kami tindak," tegasnya.

Owner Dapur Semar Resto, Johan Arif Budiman (JAB) mengaku siap mentaati semua ketentuan pemerintah termasuk menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 pada masa AKB. "Penerapan protokol kesehatan khususnya di rumah makan dan restoran menjadi suatu keniscayaan (keharusan-Red.), agar semuanya terhindar atau tidak terpapar virus Korona. Prinsipnya kami siap mematuhi apa yang telah menjadi ketentuan pemerintah," janjinya. (Rul)

Credits

Bagikan