Sastrawan Jawa Bantul Virtualkan Antologi

user
danar 24 Juli 2020, 12:50 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Sastrawan Jawa Bantul bersama Bupati Bantul Drs H Suharsono dan Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto SSos MM akan mengadakan parade pembacaan geguritan, alunan tembang macapat serta kisah cerita cekak secara virtual. Para sastrawan itu antara lain Ardini Pangastuti, Suwardi Endraswara, Margareth Widhy Pratiwi, Nursisto, eSWe Sidi, Suyati, Budhi Siswanto, Hidratmoko Andritamtomo, Ch Sri Purwanti, Sri Wijayati dan lainnya penayangan melalui chanel youtube pada pagelaran Sastra Bulan Purnama Rumah Budaya Tembi 5 Agustus 2020.

Keterangan ini disampaikan Ketua Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul (PSJB) Paramarta , Bambang Nugroho, Jumat (24/7/20). Menurut Bambang Nugroho kegiatan tersebut berkaitan dengan launching buku Antologi Sastra Jawa 'Lumawan Corona'.

Bambang Nugroho menyebutkan Bupati Bantul Drs H Suharsono di ruang kerjanya didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto, SSos MM serta Ketua Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul (PSJB) Paramarta, berkenan malaunching buku antologi sastra Jawa ‘Lumawan Corona’ karya 30 penulis meliputi geguritan, macapat serta cerita cekak, Rabu (22/7/20).

Launching ditandai dengan penyerahan buku oleh Bambang Nugroho selaku Ketua PSJB Paramarta kepada Bupati Bantul Drs H Suharsono yang kemudian membubuhkan tanda tangan pada sampul buku.

Buku antologi sastra Jawa tersebut lahir sebagai wujud dari kepedulian para sastrawan Jawa di Bantul terhadap pandemi Covid-19, sehingga menumbuhkan semangat untuk bisa membantu upaya memutus penyebaran virus Corona melalui karya sastra Jawa. Dengan harapan melalui karya sastra Jawa itu akan bisa memberikan motivasi, inspirasi, optimisme serta edukasi bagi masyarakat pembaca agar senantiasa bisa mematuhi protokol kesehatan guna memutus rantai penularan Covid-19 jelas Bambang Nugroho didampingi pengurus lainnya.

Bupati Bantul pada kesempatan tersebut menyambut gembira terbitnya buku karya para sastrawan Jawa Kabupaten Bantul di tengah pandemi Covid-19, sehingga buku tersebut bisa sebagai wujud peran serta para sastrawan dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19. Selain itu juga bisa sebagai prasasti akan terjadinya pandemi di tahun 2020, untuk dijadikan pembelajaran berharga bagi generasi yang akan datang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto menambahkan bahwa anggota PSJB Paramarta selama ini telah banyak membantu program-program kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Bantul seperti dalam lomba kebahasaan bagi siswa SD sampai SMA/SMK, pagelaran sastra, penerbitan buku antologi sastra Jawa juga sastrawan masuk sekolah.(War)

Credits

Bagikan