Razia Masker di Colomadu, Hukumannya Menghafal Pancasila Hingga Squat Jump

user
danar 24 Juli 2020, 12:10 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Puluhan pengendara sepeda motor dan sepeda ontel terjaring razia masker saat melintas di Jalan Adi Sucipto depan kantor Kecamatan Colomadu, Jumat (24/7/2020). Mereka dihukum menghafal pancasila, squat jump dan push-up.

Razia masker yang dimulai pukul 07.00 WIB itu melibatkan aparat Polsek, Koramil serta relawan asal Colomadu. Dipimpin Camat Eko Budi Hartoyo, para petugas mengamati dulu pengguna jalan saat melaju ke arah timur usai lampu lalu lintas menyala hijau di simpang empat Colomadu. Mereka yang tak mengenakan masker langsung diarahkan masuk ke halaman kantor kecamatan.

Di lokasi itu bersiaga sejumlah aparat Koramil, polsek serta ASN dari kantor kecamatan. Seorang pengendara sepeda motor mengawali sasaran pembinaan. Saat ditanya mengapa abai masker, ia mengaku lupa mengenakannya. Ia lalu mengeluarkan alat pelindung dirinya itu usai diminta petugas.

"Dari mana mau ke mana. Begitu keluar rumah pakai masker selalu. Ini melindungi panjenengan dan juga saya. Covid-19 di Karanganyar, kasusnya paling banyak di Colomadu," kata Camat Colomadu, Eko Budi Hartoyo kepada pengendara yang mengaku terburu-buru masuk kerja di Banyuanyar Solo.

Usai membina di tempat pelanggar aturan wajib masker, ia mempersilakannya melanjutkan perjalanan. Perlakuan ini berlainan dengan tiga pengayuh sepeda ontel dan pengendara sepeda motor di barisan belakang. Mereka yang juga tidak mengenakan masker dihukum mulai menghafal pancasila, situp dan squat jump. Babinsa Tohudan, Koptu Nur Setyo selaku anggota pengawas protokol Covid-19 TNI-Polri di Colomadu menyampaikan dulu kesalahan para pengguna jalan yang terjaring razia. Ia juga menanyakan apakah mereka bersedia diberi sanksi pelanggaran itu.

"Jadi tidak serta merta dihukum begitu saja. Saya tawarkan bersediakah dihukum dan apakah menyadari dan tidak akan mengulangi lagi kesalahannya. Covid-19 bukan masalah sepele. Semua harus patuh. Minimal disiplin pakai masker," katanya.

Nur Setyo mengumpulkan tiga sampai empat pelanggar, kemudian mengomando hukuman fisik ringan. Seorang pengayuh sepeda ontel terlihat gugup melafalkan lima sila pancasila sampai urutannya tertukar. Mereka diminta pula mengambil masker gratis yang sudah disiapkan petugas kantor kecamatan.

Riyanto, warga yang terjaring razia mengaku biasanya memakai masker. Namun kali ini, ia lupa. "Tindakan aparat bagus. Supaya semua patuh," katanya.

Pantauan KRJOGJA.com di lokasi, tidak sedikit pengguna jalan abai masker terjaring razia. Tim pengawas protokol Covid-19 TNI-Polri di Colomadu berencana menggelar razia di akhir pekan ini pada lokasi sama.

Berdasarkan laporan data Covid-19 Kabupaten Karanganyar hingga Kamis (24/7/2020), 43 orang terkonfirmasi positif. Jumlah ini membaik karena angka sembuh signifikan. Adapun akumulasinya 122 orang dengan empat kasus meninggal dunia. Dari data itu, Kecamatan Colomadu menyumbang angka terbanyak positif Covid-19 sebanyak 11 orang yang semuanya tenaga kesehatan (nakes). Pihak kecamatan telah memetakan 599 nakes yang tinggal di wilayahnya. (Lim)

Credits

Bagikan