Gara-gara Oleh-oleh, Satu Klinik Kesehatan di Wonosari Ditutup

user
danar 24 Juli 2020, 11:50 WIB
untitled

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Sebuah klinik kesehatan di Kabupaten Gunungkidul ditutup sementara menyusul lima orang tenaga kesehatan (Nakes) terinfeksi Covid-19 yang kini telah menjalani perawatan medis. Dari hasil tracking yang dilakukan dinas kesehatan setempat, kelima nakes yang terinfeksi corona bukan karena melakukan kontak dengan pasien positif maupun nakes. Tetapi diduga karena ada riwayat perjalanan dari luar daerah, salah satu nakes yang kemudian membagi 'oleh-oleh'.

Terkait dengan penutupan sementara layanan kesehatan ini Dinas Kesehatan akan melakukan swab massal dan mensterilkan lokasi klinik dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Setelah masa penutupan berakhir nantinya klinik tersebut kembali akan melayani pasien. "Untuk pelayanan kesehatan sementara kita hentikan dulu selama proses penyemprotan tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty MKes, Kamis (23/7/2020).

Penghentian pelayanan sementara ini rencananya akan dilakukan selama 3 hari atau akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Adapun pertimbangan untuk menutup sementara klinik tersebut karena terdapat 5 orang tenaga kesehatan di tempat tersebut dinyatakan positif terpapar Covid-19. Mereka itu kini sudah menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Selain 5 nakes di klinik tersebut, juga terdapat 3 nakes lain dari salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Ketiga nakes di RS swasta tersebut sebelumnya menjalani karantina karena hasil rapid test massal dinyatakan reaktif. Sehingga saat ketiga nakes tersebut dinyatakan positif dari hasil swab sudah dalam posisi karantina. "Darimana ketiga nakes ini tertular Covid-19 masih kita telusuri," ucapnya.

Penambahan 10 pasien positif tidak seluruhnya tenaga kesehatan dan khusus nakes ada 8 orang sedangkan dua pasien lainnya yakni seorang perempuan berusia 62 tahun warga Kapanewon Panggang, riwayat kontak dengan pendatang. dan 1 kasus lagi dialami di Kapanewon Ngawen menimpa seorang perempuan berusia 49 tahun memiliki riwayat kontak dengan kasus positif sebelumnya dan ada riwayat perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur.

Terpisah Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi MH mengatakan peningkatan jumlah pasien corona di Gunungkidul hampir seluruhnya berasal dari riwayat perjalanan luar daerah terutama di zona merah. Ada yang dari Surabaya dan ada yang berasal dari Jabodetabek bahkan luar Jawa. Selain itu, penularan karena interaksi dilingkungan kerja, dan hasil karantina reaktif hasil rapid test menunjukkan swab positif. "Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan sesering mungkin, dan tidak berkerumun," terangnya.(Bmp)

Credits

Bagikan