Warga Colomadu Khawatirkan Klaster Nakes

user
agus 23 Juli 2020, 15:32 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Pemerintah Kecamatan Colomadu makin waswas dengan keberadaan 599 tenaga kesehatan (nakes) yang tinggal di wilayahnya. Dari ratusan nakes, belasan diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Camat Colomadu Eko Budi Hartoyo mengatakan 599 nakes itu tinggal secara tersebar di delapan desa. Di semua desa itu tercatat kasus positif Covid-19. Mereka bekerja di berbagai klinik, RS maupun puskesmas di Karanganyar dan luar kota.

"Sebelumnya tersisa satu desa yang aman dari Covid. Sekarang semua desa sudah ada kasusnya. Kebanyakan nakes," katanya kepada KR, Kamis (23/7).

Pemetaan itu dilakukan bersama Puskesmas 1 dan Puskesmas 2 Colomadu. Tujuannya memberi pemahaman masyarakat sekitar tempat tinggal nakes agar bersiap menerapkan protokol kesehatan jika yang bersangkutan positif Covid-19. Serta jangan menaruh stigma negatif terhadapnya.

"Nakes itu garda terdepan. Mereka merawat pasien sampai lupa merawat diri. Perlu perhatian lebih terhadap mereka. Itu mengapa mereka didata dan dipetakan tempat tinggalnya," katanya.

Sementara itu pemulihan ekonomi yang diramu dengan pencegahan Covid-19 bakal dipadukan dalam satuan tugas di bawah komando Pemkab Karanganyar. Regulasi pembentukannya tengah disiapkan.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan hal itu linier dengan pembentukan komite pencegahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di tingkat pusat. Komite itu dibentuk Presiden Jokowi usai membubarkan tim gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19.

"Sambil kita siapkan regulasinya, Tim gugus tugas di Karanganyar belum akan dibubarkan. Justru akan dibuat lebih efektif," katanya kepada wartawan usai menggelar rapat terbatas forkopimda Karanganyar terkait Covid-19 di rumah dinasnya, Rabu (22/7).

Penggabungan dua urusan besar itu butuh landasan hukum yang kuat. Terutama penggunaan anggaran untuk memulihkan perekonomian rakyat sekaligus menangani Covid-19. Ia mencontohkan, tim butuh belanja sarana prasarana penyemprotan disinfektan tanpa perlu menunggu lama pengadaan dari OPD terkait.

"Regulasinya untuk meramu urusan-urusan itu," katanya.

Sementara itu ia mengakui perkembangan kasus Covid-19 di Karanganyar tak juga membaik. Ia kembali menekankan pentingnya protokol kesehatan. Termasuk di tempat-tempat wisata yang tetap diizinkan buka.

"Razia masker digerakkan lagi. Tidak ada sanksi seperti denda atau kerja sosial. Hanya saja jika kedapatan tak pakai masker, silakan balik arah," jelasnya. (Lim)

Credits

Bagikan