Jateng Gelar Operasi Patuh 'Gayeng Ora Otot-Ototan'

user
danar 23 Juli 2020, 13:30 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com - Direktorat Lalu-Lintas (Ditlantas) Polda Jateng menggelar operasi Patuh Candi 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 ini. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini Polda Jateng menggelar operasi secara unik dengan jargon 'Gayeng ora otot-ototan'.

Direktur Direktorat Lalu-Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, Kombes Polisi Arman Achdiat mengungkap pada operasi kali ini pihaknya ingin menggelorakan semangat yang asyik bagi para pengendara. Slogan gayeng pun digaungkan agar pengendara bisa tetap nyaman namun mengedepankan keamanan.

“Kami ingin menggelorakan semangat gayeng, yakni yang menyenangkan, menggembirakan tanpa otot-ototan dan saling pelotot. Kami berharap, ketika semangat ini bisa dilaksanakan pengendara maka kecelakaan di jalan raya akan turun dengan sendirinya. Tiap orang bisa saling menghargai di jalan, ini yang kita terus coba ingatkan,” ungkap Arman melalui keterangan tertulis, Kamis (23/7/2020).

Secara khusus Arman menyampaikan pihaknya memberikan perhatian lebih pada sepeda motor karena populasi yang mencapai lebih dari 15 juta unit di Jawa Tengah. Data kecelakaan pada 2019 di Jawa Tengah menyebutkan terdapat 517 laka yang melibatkan sepeda motor dan itu menjadi terbesar dibandingkan kendaraan lainnya.

“Laka sepeda motor ada 517, mobil barang 78 kasus, 69 kasus kendaraan roda empat dan 9 bus. Ini memprihatinkan karena keterlibatan sepeda motor jauh lebih besar dibandingkan jenis kendaraan lain seperti truk dan bus,” ungkapnya lagi.

Para petugas yang seluruhnya berjumlah 2.614 akan memberikan perhatian lebih pada para pengendara sepeda motor. Mereka akan diingatkan untuk mengenakan helm SNI, surat-surat berkendara serta terpenting mengecek kesiapan kendaraan.

“Harapannya pengendara mempersiapkan motornya dengan hati, tidak asal pancal saja. Ini penting karena sepeda motor digunakan untuk kerja, sekolah, belanja dan kegiatan sehari-hari lainnya,” imbuh Arman.

Sementara Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Achmad Luthfie menyampaikan operasi Patuh Candi kali ini pihaknya mengedepankan pendekatan humanis pada pengendara. Tindakan preemtif dan preventif dikedepankan sebelum melakukan penidakan pada pelanggaran lalu-lintas.

“Terpenting juga mengingatkan untuk pengendara menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Porsi preemtif dan preventif juga harus lebih banyak yakni 80 persen baru 20 persen sisanya penidakan,” tegas Kapolda. (Fxh)

Credits

Bagikan