Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Dewan Minta Masyarakat Disiplin

user
danar 22 Juli 2020, 19:50 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - DPRD DIY menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyepelekan Covid-19, apalagi penambahan kasus positifnya cukup tinggi. Bahkan dalam dalam dua hari terakhir diatas 20 kasus. Kewaspadaan mutlak dimiliki semua warga.

"Sekarang ini kita semua meski waspada dan hati-hati. Tidak boleh menyepelekan Covid-19. Transmisi lokal juga sudah terjadi. Kita meski hati-hati dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan di berbagai tempat," kata Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana, Rabu (22/7/2020).

Diungkapkannya, Pemda DIY harus bisa menempatkan protokol kesehatan menjadi landasan aktivitas, terutama di sejumlah fasilitas umum dan pelayanan publik. DPRD DIY sendiri saat ini sedang berupaya merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang ketertiban ini. Salah satu isi dari Perda akan memasukkan pasal tentang protokol kesehatan dan diharapkan bisa mengikat warga untuk disiplin. Jika melanggar maka bisa langsung dikenai sanksi.

Huda mencontohkan, jika masyarakat tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, maka bisa langsung dikenai sanksi. "Jika biasanya dibutuhkan waktu hingga dua tahun dalam penyusunan Perda, ini kita buat percepatan. Diharapkan Agustus atau September ini sudah selesai dan bisa langsung digunakan," ujarnya.

Disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat ini harus bisa dijadikan suatu kebiasaan baru bagi masyarakat. Upayakan menjauhi kerumunan. Masuk kerja tidak masalah, namun harus tetap bisa menjaga jarak. Karena disiplin saat ini menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran Covid-19.

Terkait wacana memperpanjang masa tanggap darurat, Huda akan mengusulkan untuk bisa diperpanjang. Karena kasusnya juga belum terkendali.

Senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta. Menurutnya, sosialisasi protokol kesehatan harus terus digencarkan kepada masyarakat. Termasuk menerapkan sanksi-sanksi bagi pelanggar. Melakukan pembatasan kegiatan masyarakat juga bisa menjadi salah satu upaya.

"Terutama di wilayah-wilayah yang angka positifnya masih tinggi. Upaya tracking juga bisa dilakukan. Baik melalui rapid test atau swab untuk memperkecil tingkat penularannya. Terkait masa tanggap darurat, saya rasa perlu dikaji ulang lebih mendalam dengan melibatkan para ahli kesehatan maupun sosial ekonomi,” jelasnya.(Awh/Bro)

Credits

Bagikan