Operasi Patuh Progo 2020 : Terobos Lampu Merah dan Langgar Rambu Siap-siap Ditilang

user
tomi 22 Juli 2020, 12:11 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri), mulai Kamis (23/07/2020) secara serentak menggelar Operasi Patuh 2020 di seluruh wilayah Indonesia. Operasi yang digelar selama 14 hari akan berlangsung hingga Rabu (05/08/2020), menitikberatkan pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas (tiblantas) sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Jajaran Polda DIY juga melakukan kegiatan serupa dengan nama Operasi Patuh Progo 2020.

Adapun kekuatan yang diterjunkan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2020, Polda DIY (210 personil), Polresta Yogya (185 personil), Polres Bantul (173 personil) Polres Sleman (180 personil), Polres Kulonprogo (134 personil), dan Polres Gunungkidul (127 personil). Selain bertugas di masing-masing wilayah, personil dalam Operasi Patuh Progo 2020 sewaktu-waktu harus siap untuk dilibatkan dalam operasi gabungan.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasatya SIK MHum, Rabu (22/07/2020) menyampaikan Operasi Patuh Progo 2020 bertujuan menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar serta meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalulintas. Dengan terciptanya tertib berlalulintas, diharapkan bisa mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Digelarnya Operasi Patuh Progo 2020, diharapkan bisa meningkatkan disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah persebaran Covid-19 pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Made Agus menjelaskan target Operasi Patuh Progo 2020 meliputi orang (pengendara kendaraan bermotor dan sepeda), benda ( kendaraan bermotor beserta perlengkapannya), dan lokasi (daerah rawan laka lantas, pelanggaran, dan tempat wisata). "Kegiatan masyarakat yang berpotensi terjadinya laka lantas dan penyebaran Covid-19 juga menjadi target perlaksanaan Operasi Patuh Progo 2020," tandas Made Agus. "Terlebih dahulu petugas akan melakukan pendekatan persuafif sebelum menindak pelanggar ketertiban lalu lintas," ujar Made Agus.

Sebagai gambaran, tahun 2019 terjadi 14 kejadian laka lantas, mengakibatkan 2 meninggal dunia dan 14 luka ringan. Sedangkan terkait pelanggaran lalu lintas, petugas memberikan 35.039 surat bukti pelanggaran (tilang) dan 22.522 teguran. Adapun prioritas penindakan pelanggaran lalu lintas utama di antaranya kepada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar (potensi fatalitas laka lantas korban meninggal dunia), pengendara sepeda motor yang melawan arus (potensi fatalitas laka lantas korban meninggal dunia), dan penggunaan knalpot blombongan (mengganggu ketertiban umum karena tingkat kebisingan tinggi, sekaligus berpotensi memicu konflik).

Made Agus menambahkan, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas tambahan, meliputi Polresta Yogya (menerobos lampu merah), Polres Sleman (pelanggaran rambu), Polres Bantul (kelebihan muatan), Polres Gunungkidul (marka), dan Polres Kulonprogo (kelengkapan kendaraan bermotor).

"Guna mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2020 dibentuk beberapa Satuan Tugas (Satgas) meliputi Satgas Deteksi, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Represif, dan Satgas Bantuan," jelas Made Agus.(Hrd)

Credits

Bagikan