Pejabat Positif Covid-19, Kantor Disdikbud Karanganyar Disterilisasi

user
agus 22 Juli 2020, 11:44 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Sebanyak delapan orang pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar terpaksa diisolasi mandiri usai seorang pengawas sekolah yang berkantor di sana positif Covid-19. Kantor dinas itu disterilisasi dan diperketat penerapan protokol kesehatan bagi tamu dan seluruh karyawan.

Kepala Disdikbud Karanganyar Tarsa mengatakan pegawainya berinisial ER diduga tertular anaknya yang berprofesi tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit di Kota Solo. Saat ini ER dirawat di RS tersebut.

“Tiga hari lalu saya menerima informasi bahwa ER positif Covid-19. Setelah itu langsung ruangannya dikosongkan untuk sterilisasi. Delapan pegawai yang satu ruangan dengannya saya minta periksa dan isolasi mandiri. Jangan masuk kerja dulu,” kata Tarsa kepada wartawan di Karanganyar, Rabu (22/7).

Ruang lantai dua kantornya tak terlalu banyak aktivitas keluar masuk tamu. Berlainan ruang kerja di lantai satu yang padat aktivitas. Sehingga, ia merasa penerapan isolasi ruangan cukup di lantai dua saja. Apalagi, ER jarang bekerja di luar ruangannya.

“Setiap hari disemprot diisnfektan. Terutama di lantai dua. Seluruh pegawai di lantai dua isolasi mandiri. Ruangannya juga steril dari seluruh kegiatan,” katanya.

Selain ruangan kerja yang disterilisasi, rapat yang biasanya digelar di aula lantai dua digeser ke tempat lain. Informasi yang diterimanya, selain ER dan anaknya yang nakes, masih ada anggota keluarganya yang juga tertular. Tarsa juga memastikan penularan Covid-19 di kalangan pegawainya bukan akibat dinas luar.

Sementara itu Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono mengatakan tambahan delapan nakes terkonfirmasi positif Covid-19. Lima diantaranya isolasi mandiri sedangkan tiga lainnya dirawat di RS. Ia mengakui akenaikan jumlah kasusnya luar biasa.

“Meski pemerintah pusat membubarkan tim gugus tugasnya dan menggantinya dengan Satgas Covid-19 & Pemulihan Ekonomi Nasional, kita tetap mempertahankan tim gugas daerah. Melihat perkembangan juga. Situasi dan kewenangan di daerah satu dengan lainnya berlainan,” katanya. (Lim)

Credits

Bagikan