Disambangi Dandenpom Ngepit Naik Gunung, Warga Sido Kumpul Terima Sembako

user
danar 22 Juli 2020, 04:10 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com - 40 Pesepeda dari Keluarga Besar Denpom IV/5 Semarang beserta mitranya dari Komunitas Gowes Alimdo Club, akhirnya Selasa (21/7/2020) nyambagi warga Dusun Pule Lawang dan Kali Kunal Desa Sido Kumpul Curug Sewu Kecamatan Patehan Kendal yang berada di perkebunan cengkeh, di perbukitan Ngebrukm sisi Utara Gunung Ungaran.

Acara nyepeda ini digelar masih dalam rangkaian HUT KE-74 Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) oleh Denpom IV/5 Semarang beserta mitranya yang tergabung dalam GAC (Gowes Alimdo Club). Selain nyepeda, rombongan yang dipimpin Dandenpom IV/5 Semarang Mayor CPM F Okto Femula didampingi Wakil Komandan Mayor CPM Wawan Nuswantoro ini juga membagikan sembako berupa 1 ton beras, 100 liter minyak goreng, 20 kanton mie instan, 100 kilogram tepung terigu, juga 4 dos buku tulis untuk anak-anak warga kurang mampu yang mulai memasuki tahun ajaran baru.

"Kami sengaja nyepeda menaiki perbukitan di kawasan Curug Sewu yang kira-jira di ketinggian 500 meter dari permukaan air laut (dpl). Mereka adalah warga yang umumnya sebagai buruh perkebunan dan masuk kategori kurang mampu atau butuh perhatian. Dengan dibantu Koramil 08 Patehan Kodim 0715 Kendal, kami dapatkan data mereka dan segera kami sambangi untuk membantunya," ungkap Okto Femula didampingi Harsono Ketua GAC.

Okto menambahkan, kegiatan Bhakti Sosial sudah yang kesekian kalinya digelar satuannya dibantu mitra-mitra yang salah satunya GAC dan teman-teman pengusaha lain yang mempercayakan kepada kami untuk menyalurkannya.

"Harapannya bakti sosial bantuan sembako ini akan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19," tambah Okto Femula.

Para penduduk di lereng pegunungan tersebut menurut Okto jarang sekali turun dan berinteraksi dengan masyarakat perkotaan,. Kesempatan ini pun dimanfaatkan untuk memberi pemahaman kepada mereka tentang hidup sehat dan menghindari Covid-19 dengan mentaati protokol kesehatan.

"Kami masih melihat mereka hidup tidak seperti kita yang ketat bermasker. Mungkin karena rumah mereka dengan warga lain berjarak sangat jauh dan jarang berinteraksi. Sewaktu berkumpul pun kami merasa kaget, kok masih ada mereka yang tak memakai masker. Akhirnya mereka kami edukasi kapan harus bermasker dan kapan tidak," ungkap Okto Femula.

Nyepeda yang dilakukan keluarga besar Denpom IV/5 Semarang ini cukup menantang, sebab menerabas perbukitan yang terdiri dari perkebunan buah-buahan, cengkeh dan kopi. rute naik turun ini menempuh jarak 20 kilometer.

"Kebetulan ini jadwalnya anggota olah raga, yang biasa kami olah raga lari dan senam di Stadion Trilomba Juang, kali ini kami alihkan nyepeda sambil bakti sosial membantu masyarakat," papar Dandenpom IV/5 Semarang. (Cha)

Credits

Bagikan