Ketahanan Pangan, Sukoharjo Tanam Bawang Merah dan Tebar Ikan Nila

user
danar 22 Juli 2020, 08:10 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Usaha ketahanan pangan dilakukan Pemkab Sukoharjo dengan jajaran Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo. Bentuk kegiatannya yakni pemberian sebanyak 21.000 benih bawang merah dan 60.000 bibit ikan nila. Hasil panen nanti diharapkan bisa membantu menambah stok sekaligus memenuhi kebutuhan di Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Selasa (21/7/2020) mengatakan, usaha ketahanan pangan lokal perlu dilakukan di Sukoharjo. Terlebih lagi dengan melihat kondisi perkembangan sekarang ditengah pandemi virus corona. Kebutuhan pangan menjadi prioritas untuk segera dipenuhi. Pemenuhan tersebut tidak harus mengandalkan kiriman dari luar daerah, namun bisa didapat dari produksi lokal.

Salah satu bentuk usaha ketahanan pangan lokal tersebut dilakukan bersama antara Pemkab, Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo. Kegiatan yang dilakukan yakni pemberian sebanyak 21.000 benih bawang merah dan 60.000 bibit ikan nila.

Bawang merah dipilih karena menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Disamping itu produksi bawang merah di Sukoharjo masih sangat rendah. Karena itu upaya menambah produksi dilakukan melalui pemberian bantuan bibit dan selanjutnya dilakukan penanaman bersama petani.

“Penanaman benih bawang merah ini dilakukan sebagai bagian dari usaha ketahanan pangan lokal. Terlebih lagi produksi bawang merah di Sukoharjo masih sedikit,” ujarnya.

Sebanyak 21.000 benih bawang merah disebar disejumlah wilayah di Sukoharjo. Benih tersebut diminta untuk segera ditanam petani hingga panen. Salah satu lokasi pemberian bantuan sekaligus penanaman benih bawang merah dilakukan di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto. Lahan yang disediakan dalam penanaman bawang merah seluas dua hektare.

“Terlebih lagi disaat kondisi pandemi virus corona seperti sekarang ketahanan pangan lokal perlu ditingkatkan,” lanjutnya.

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa mengatakan, pemberian benih bawang merah menjadi motivasi bagi petani untuk meningkatkan produksi. Sebab selama ini produksi bawang merah di Sukoharjo masih sedikit.

“Setelah pemberian benih dan penanaman bawang merah ini kedepan diharapkan produksi bisa meningkat sekaligus usaha menjaga ketahanan pangan lokal di Sukoharjo,” ujarnya.

Kebutuhan bawang merah di Sukoharjo sendiri sangat banyak dan sering mengandalkan kiriman dari luar daerah. Hal tersebut terjadi karena minimnya produksi.

“Ketahanan pangan harus diwujudkan salah satunya melalui bawang merah,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, pemberian benih bawang merah dilakukan sebagai salah satu komoditas pertanian yang perlu ditingkatkan. Produksi bawang merah ditingkat petani sangat sedikit. Kondisi tersebut membuat pemenuhan pangan lokal sulit terpenuhi dan masih mengandalkan kiriman dari luar daerah.

“Petani Sukoharjo memang lebih memprioritaskan tanaman padi dan itu berhasil dengan swasembada beras. Kedepan salah satu komoditas yang diandalkan yakni bawang merah. Tujuanya tidak lain untuk ketahanan pangan lokal Sukoharjo,” ujarnya.

Netty melanjutkan, selain benih bawang merah, bantuan juga diberikan berupa bibit ikan nila. Total ada 60.000 bibit ikan nila disebar di Waduk Mulur, Bendosari.

“Usaha ketahanan pangan juga kami wujudkan tidak hanya jenis sayuran saja berupa bawang merah, tapi juga ikan,” lanjutnya. (Mam)

Credits

Bagikan