Sarjilah Jabat Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya

user
danar 21 Juli 2020, 17:50 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak selalu selalu berpikir kreatif dan bertindak inovatif dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. Cara-cara lama tidak bisa dipakai lagi dan harus ditinggalkan dalam menghadapi tantangan baru. Tantangan yang kian berat dan tidak pernah dihadapi pada generasi sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Mendikbud di depan 29 pejabat baru di lingkungan Kemendikbud seusai dilantik secara virtual, Selasa (21/7/2020). Salah satunya adalah Dr Dra Sarjilah MPd yang semula menjabat kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya, resmi dilantik menjadi Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta.

Pejabat lain yang dilantik Mendikbud itu, di antaranya Prof Ir Nizam MSc PhD sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Dr Chatarina Muliana SH SE MH sebagai Inspektur Jenderal dan Jumeri STP MSi sebagai Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Pelantikan diawali dengan pembacaan keputusan Presiden RI Joko Widodo tetang Pengangkatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Fungsional Ahli Utama di lingkungan Kemendikbud, dilanjutkan pengucapan sumpah dipandu langsung Mendikbud.

“Tantangan pendidikan di Indonesia sangat berat, kita harus mengejar ketertinggalan dari banyak negara dalam hal kualitas SDM. Tantagan semakin berat adanya pandemi Covid-19 yang membuat KBM tidak bisa dilaksanakan seperti biasanya,” tandas Mendikbud.

Mendikbud menambahkan, dunia berubah dalam sekejap, manusia berhasil menciptakan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Sumber pengetahuan pun mengalami desentralisasi yang luar biasa. Guru dan murid tidak lagi menjadi satu-satunya cara untuk transfer ilmu. Belajar tidak lagi menjadi monopoli manusia, karena mesin pun dapat melakukannya.

“Apakah mesin dan kecerdasaan buatan akan menjadi kawan atau ancaman, tidak ada yang tahu pasti. Namun satu hal, kita harus terus berlari agar jangan sampai ketinggalan dilibas oleh zaman. Kita yang diberikan amanah memajukan pendidikan di Indonesia hanya bisa berusaha sebaik-baiknya, semampu-mampunya, sekuat-kuatnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati upaya kita,” pungkasnya.

Sedangkan Dr Sarjilah usai dilantik menyatakan, dengan format baru menjadi semangat baru untuk memengemban dan melaksanakan tugas dengan baik. “Dimana pun kita ditempatkan, tidak mengubah niat kita untuk memajukan pemdidikan. Yang terpentng bagaimana kita bisa memberikam kontribusi terhadap lembaga dan menjadikan lembaga ini lebih maju serta punya peran maksimal dalam memajukan pendidikan,” tandasnya.

Khusus untuk Dr Sarjilah, pelantikan secara vitual dilakukan di ruang sidang kantor pusat PPPPTK Seni dan Budaya. Meski dilakukan dengan daring, namun pelantikan yang dihadiri para peabat struktural PPPPTK Seni dan Budaya serta PPPPTK Matematika ini tetap berjalan khitmad.

Sesuai dengan Peraturan Mendikbud No. 26 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kemendikbud, PPPPTK Seni dan Budaya berubah nama menjadi BBPPMPV Seni dan Budaya. Lembaga ini merupakan UPT yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud. (Jan)

Credits

Bagikan