Dampak Kemarau, Peserta Asuransi Usaha Tani di Kebumen Meningkat

user
danar 20 Juli 2020, 18:10 WIB
untitled

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Berlangsungnya musim kemarau panjang yang berdampak banyak lahan padi di Kebumen yang kekeringan dan gagal panen di tahun 2019 lalu, menyebabkan jumlah petani Kebumen yang kini tertarik mengikuti program asuransi untuk petani padi (AUTP) meningkat signifikan.

"Di tahun 2019 lalu jumlah peserta program asuransi dari  Kementerian Pertanian ini baru seluas 1.426 hektar lahan padi, di tahun 2020 meningkat menjadi 6.200 hektar," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen, Ir Tri Haryono, di ruang kerjanya, Senin (20/07/2020).

Diungkapkan Tri, di tahun 2019 lalu salah satu program unggulan Kementerian Pertanian ini berhasil memberikan klaim kepada para petani yang gagal panen akibat kekeringan seluas 138,3 hektar dengan nilai klaim Rp 829 juta.

"Kewajiban pemerintah adalah melindungi petani dari kemungkinan gagal panen. Cara perlindungannya adalah melalui program asuransi padi ini. Karena itulah, seluruh jajaran Distapang Kebumen didorong untuk gencar mempromosikan program ini," ujar Tri Haryono.

Menurut Tri Distapang Kebumen berharap agar petani Kebumen lebih peduli dengan kelangsungan usaha pertanian mereka, dengan cara mengasuransikan lahan padi mereka. Apabila mengalami kegagalan tanam maupun panen, bisa tetap bertahan dan memulai kembali lagi usahanya.

Terkait AUTP tersebut, premi yang dibayarkan petani cukup terjangkau yaitu Rp 36 ribu/hektar/musim tanam. Adapun jaminan ganti ruginya Rp 6 juta/hektar jika sawah gagal panen akibat banjir, kekeringan dan hama penyakit.(Dwi)

Credits

Bagikan