210 Ton Potensi Sampah Belum Terbuang ke TPA Mojorejo

user
danar 20 Juli 2020, 15:40 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Potensi sampah buangan masyarakat di Sukoharjo sebanyak 350 ton setiap hari. Dari jumlah tersebut hanya sebanyak 140 ton saja yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo di Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari. Sisanya 210 ton sampah terbuang liar disejumlah wilayah di 12 kecamatan di Sukoharjo. Karena itu penanganan sampah perlu melibatkan masyarakat dan tidak hanya dibebankan ke pemerintah saja.

Kepala DLH Sukoharjo Agustinus Setiyono, Senin (20/7/2020) mengatakan, dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi di Sukoharjo dan besarnya industri maka wajar potensi sampah buangan yang muncul sangat besar. DLH Sukoharjo mencatat dalam setiap hari ada potensi sampah buangan sebanyak 350 ton. Sampah tersebut berasal dari buangan masyarakat, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hotel, mall dan industri.

Sampah yang dihasilkan tersebut hanya sebanyak 140 ton saja yang masuk ke pembuangan di TPA Mojorejo. Selama proses pembuangan tersebut DLH Sukoharjo mengerahkan puluhan truk pengangkut sampah berkeliling di 12 kecamatan.

“Pengangkutan 140 ton sampah itu saja dilakukan sejak pagi hingga petang karena memang banyaknya volume sampah buangan di Sukoharjo,” ujarnya.

Sampah yang tidak terangkut untuk dibuang ke TPA Mojorejo akhirnya menjadi liar. Bahkan volumenya lebih banyak dibanding yang dibuang ke tempat pembuangan.

“Potensi sampah setiap hari ada 350 ton dan yang dibuang ke TPA Mojorejo hanya 140 ton. Artinya masih ada 210 ton sampah belum terangkut dan kemungkinan terbuang liar disejumlah wilayah,” lanjutnya.

Volume sampah yang tidak terbuang sangat besar tersebut menjadi catatan sendiri bagi DLH Sukoharjo. Sebab sampah tersebut menjadi masalah seperti menyebabkan lingkungan kotor.

“Kenapa sampah itu tidak terbuang ke TPA Mojorejo, sebab lahan yang ada terbatas hanya 4 hektar saja, selain itu juga tingkat kepadatan penduduk dimana penduduk Sukoharjo diperkirakan sekitar 900 ribu orang. Belum lagi adanya sampah buangan dari luar daerah masuk ke wilayah Sukoharjo,” lanjutnya.

Terkait kondisi tersebut maka DLH Sukoharjo berusaha dengan melibatkan sejumlah pihak. Selain itu juga, perlu keterlibatan masyarakat salah satunya dengan membentuk bank sampah.

“Sekarang sudah ada lebih dari 100 bank sampah dikelola masyarakat. Kedepan jumlah bank sampah di masyarakat akan terus kami tambah hingga ke tingkat RT/RW,” lajutnya.

DLH Sukoharjo juga terus melakukan penanganan masalah sampah dengan memperbanyak sosialisasi ke masyarakat. Sasarannya tidak hanya berkaitan dengan pembentukan bank sampah saja, namun juga pengelolaan sampah di wilayah minimal dengam membangun tempat pembuangan sementara (TPS) sampah. Adanya TPS tersebut membuat petugas mudah dalam proses pengangkutan pembuangan ke TPA Mojorejo.

Peningkatan volume sampah membuat Pemkab Sukoharjo berencana melakukan perluasan TPA Mojorejo, Bendosari. Hal itu dilakukan agar dapat memenuhi kapasitas pembuangan sampah.

Pemkab Sukoharjo sengaja melakukan program perluasan TPA Mojorejo, Bendosari untuk memenuhi kebutuhan tempat pembuangan sampah. Sebab kondisi sekarang lahan yang tersedia masih belum ideal memenuhi standar dari pemerintah pusat minimal 5 haktare.

TPA Mojorejo, Bendosari sendiri baru memiliki luasan lahan sekitar 4 hektare lebih sedikit. Secara bertahap perluasan dilakukan Pemkab Sukoharjo dengan menambah lahan disekitarnya.

Pada tahun 2020 ini Pemkab Sukoharjo berencana melakukan perluasan lahan TPA Mojorejo, Bendosari. Perluasan dilakukan dengan berencana membeli tanah seluas 2.000 meter persegi milik warga. Penambahan luasan lahan tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta kesediaan warga pemilik tanah.

“Perluasan dilakukan disisi utara TPA Mojorejo, Bendosari. Proses sekarang sedang persiapan appraisal terkait penyediaan lahan untuk perluasan,” lanjutnya.

Warga pemilik lahan seluas 2.000 meter persegi sudah mendapat sosialisasi dari petugas DLH Sukoharjo. Langkah tersebut penting mengingat tanah yang mereka miliki akan digunakan sebagai program Pemkab Sukoharjo memperluas TPA Mojorejo, Bendosari.

“Proses lahan masih terus dilakukan dan harapannya perluasan TPA Mojorejo, Bendosari dapat segera terealisasi mengingat kebutuhan sangat tinggi,” lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan