Dampak Tenaga Kesehatan Positif Corona, Pelayanan Puskesmas Dibatasi

user
danar 20 Juli 2020, 14:55 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Pembatasan layanan kesehatan di Puskesmas pada masyarakat dikurangi tinggal 50 persen saja dibanding hari normal. Aturan baru diberlakukan setelah 33 tenaga kesehatan di lima Puskesmas diketahui positif virus corona. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo sengaja memberlakukan pembatasan sebagai antisipasi penambahan kasus positif virus corona dikalangan tenaga kesehatan. Selain itu juga pencegahan penyebaran virus corona.

Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Senin (20/7/2020) mengatakan, dari sebanyak 12 Puskesmas yang ada di masing masing kecamatan, empat diantaranya sudah dilakukan penutupan sementara selama 14 hari. Penutupan dilakuka setelah ada temuan puluhan tenaga kesehatan di empat Puskesmas tersebut positif virus corona. Keempat Puskesmas yang ditutup tersebut yakni Puskesmas Bulu, Puskesmas Mojolaban, Puskesmas Sukoharjo dan Puskesmas Kartasura.

Satu Puskesmas lagi yakni Puskesmas Baki meski ada temuan kasus positif virus corona namun tidak sampai dilakukan penutupan sementara. Sebab tenaga kesehatan yang positif virus corona tersebut bertugas di luar dan tidak melakukan kontak erat di dalam Puskesmas.

Terkait kondisi tersebut maka DKK Sukoharjo mengeluarkan kebijakan pembatasan pelayanan kesehatan pada masyarakat sebesar 50 persen. Aturan sudah diberlakukan efektif di Puskesmas yang masih memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

Pembatasan pelayanan kesehatan masyarakat dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang ada. Tujuannya agar tidak lagi terjadi penularan kasus positif virus corona terhadap tenaga kesehatan.

Disisi lain, DKK Sukoharjo juga terpaksa untuk sementara membatasi pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona. Sebab kondisi perkembangan kasus sekarang mengalami peningkatan signifikan.

"Sifatnya hanya sementara, pelayanan kesehatan di Puskesmas dibatasi tinggal 50 persen saja. Semisal dalam satu hari normal Puskesmas melayani 100 pasien, maka sekarang tinggal 50 pasien saja. Aturan diberlakukan karena banyak tenaga kesehatan Puskesmas positif virus corona," ujarnya.

DKK Sukoharjo meminta kepada Puskesmas di masing masing wilayah aktif memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait kebijakan baru tersebut. Meski dibatas, namun pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas tetap berjalan.

"Kecuali empat Puskesmas yang tutup sementara yakni Sukoharjo, Bulu, Mojolaban dan Kartasura. Puskesmas lain tetap buka memberi pelayanan kesehatan masyarakat," lanjutnya.

Masyarakat saat meminta pelayanan kesehatan di Puskesmas diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal itu sebagai bentuk keamanan dan pencegahan terjadinya penyebaran virus corona baik terhadap pengunjung atau warga maupun tenaga kesehatan di Puskesmas.

"Para tenaga kesehatan juga wajib menaati protokol kesehatan dengan memakai alat pelindung diri (APD) saat bertugas di Puskesmas. Mereka harus jadi contoh baik kepada masyarakat. Jangan sampai ada kasus positif lagi dan mengakibatkan terjadi penambahan penutupan Puskesmas," lanjutnya.

Yunia melanjutkan, terkait perkembangan kasus 33 tenaga kesehatan positif virus corona, semua sudah ditangani dengan baik oleh tim medis. Selanjutnya, DKK Sukoharjo tinggal menunggu hasil tes swab terhadap kontak erat pasien positif corona. Mereka berasal dari keluarga, tetangga dan orang lain yang pernah melakukan kontak erat.

Hasil tes swab direncanakan akan keluar dan diketahui dalam beberapa hari kedepan. DKK Sukoharjo akan memakai hasil tes swab tersebut sebagai acuan tindaklanjut penanganan kasus positif virus corona. (Mam)

Credits

Bagikan