Rapid Tes Mandiri Turun Harga, Hitungan BLUD RSUD Karanganyar Belum Impas

user
tomi 20 Juli 2020, 15:36 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Pola tarif baru rapid tes mandiri di RSUD Karanganyar tak menguntungkan manajemen BLUD. Biaya Rp 150 ribu per layanan dinilai belum impas.

Kabid Layanan Medis (Yanmed) Keperawatan RSUD Karanganyar, dr Kristanto mengatakan perubahan tarif dari sebelumnya Rp 400 ribu menjadi Rp 150 ribu per orang didasari surat edaran Menteri Kesehatan bernomor HK.02.02/I/2875/2020. Dalam surat edaran tersebut disebutkan batasan tertinggi untuk tarif rapid test mandiri adalah Rp 150 ribu. Aturan tersebut berlaku bagi pemohon test secara mandiri dan faskes diminta untuk mengikuti aturan yang diterapkan oleh pemerintah tersebut. "Pola tarif baru itu mulai diberlakukan di RSUD pada 13 Juli lalu. Semua pemeriksaan masuk lewat poliklinik," kata Kristanto kepada KR, Senin (20/7).

Sebelum dirapid tes, pemohon diperiksa sesuai prosedur oleh dokter di poliklinik umum. Adapun biaya surat sehat meliputi pendaftaran dan pemeriksaan hb Rp 60 ribu. Ditambah biaya rapid tes, maka total yang dikeluarkan pemohon Rp 210 ribu. "Biasaya tidak rapid tes saja. Namun juga konsultasi dokter lewat poli umum," katanya.

Surat sehat ini umumnya dibutuhkan sebagai syarat bepergian dalam rangka kedinasan atau masuk kerja perantau setelah pulang kampung di masa pandemi. Ia menampik ada korelasi antara kenaikan permohonan rapid tes dengan penurunan harganya. "Tiap hari rata-rata pemohon 10 orang. Kalau tidak butuh surat sehat, tentu tidak memintanya. Ini enggak ada hubungannya dengan tarif harga turun. Itu kebutuhan personal," katanya.

Ia mengatakan perihal penurunan harga sesuai instruksi Kementrian Kesehatan cukup menyulitkan RSUD selaku BLUD. Sebab tidak ada skema pasti menyubsidinya.

"Ya, kalau secara pola tarif dengan real cost masih rugi. Karena sarana prasarana dan jasa pelayanan kan belum terakomodir," jelasnya.

Dengan Rp 150 ribu per layanan, idealnya hanya untuk menebus alat rapid saja. Sedangkan sarana prasarana dan jasa pelayanan terpaksa ditanggung RSUD. (Lim)

Credits

Bagikan