Tipiring Dinilai Janggal, Polsekta Pasar Kliwon Di Pra Peradilan

user
tomi 20 Juli 2020, 13:44 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA.com - Sidang perdana pra peradilan kasus sah tidaknya penyitaan barang bukti yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Pasar Kliwon (sebagai termohon) terhadap Toko Ojo Lali (OL) di Jalan Veteran, Solo dengan pemohon Nikodemus Sukirno, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusoko (pemohon) ditunda besuk Selasa (21/7/2020).

Dalam sidang pra peradilan di PN Surakarta, Senin (20/7/2020) hakim tunggal , Jihad Arkanudin SH MH memberi waktu kepada pemohon untuk merubah permohonan pra peradilan, sehingga sidang ditunda Selasa (21/7/2020). Perkara yang di pra peradilkan di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta berawal pada hari Jumat (14/2/2020) sekitar jam 17.00 Kapolsek Pasar Kliwon bersama empat anggotanya berjumlah empat orang datang ke toko OL , menanyakan apa ada bir.

Oleh pegawai toko dijawab ada, pihak termohon langsung menyegel dan menyita minuman tersebut. Tindak penyitaan diduga tanpa adanya surat tugas maupun ijin dari Ketua PN Surakarta. Selain itu pihak toko tidak mendapatkan surat tanda terima bahwa barang sudah disita olek Polsekta Pasar Kliwon. Pihak termohon Polsekta Pasar Kliwon, juga tidak membacakan berita acara penyitaan terlebih dulu.

Menurut pemohon, hingga kini pemerintah kota Surakarta tidak ada larangan, sehingga bir boleh diperjual belikan. Rincian barang sitaan belum dikembalikan oleh termohon diantaranya :26 krat bir dengan harga Rp 8.320.000,-. Selain itu 22 krat bir senilai Rp 10.560.000,-. Juga 17 krat senilai Rp 8.840.000. Selain itu dua kardus dengan harga total Rp 900 ribu. Lima kardus jumlah Rp 3 juta. Dua krat senilai total Rp 1.320.000. 15 krat bir dengan harga total Rp 7.350.000. Total harga barang bukti yang disita termohon Rp 40. 290.000.

"Ada kejanggalan dalam proses hukum, sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) baru diajukan oleh termohon, Kamis (16/7/2020). Padahal sesuai KUHAP pasal 205 ayat 2, BAP dibuat oleh penyidik (termohon) paling lama tiga hari harus dilaporkan ke PN Surakarta dan segera disidangkan. " ujar pemohon Nikodemus.

Seperti diketahui waktu penyitaan barang bukti tertanggal 14 Februari  sehingga hampir enam bulan baru akan disidangkan Tipiring. Pemohon Nikodemus memohon agar hakim menyatakan secara hukum pihak termohon (Polsekta Pasar Kliwon) telah melakukan penyitaan secara tidak sah. "Memerintahkan termohon untuk mengembalikan barang bukti sitaan . Dan menghukum termohon untuk membayar biaya perkara,"ujar pemohon Niko. (Hwa)

Credits

Bagikan