Coklit Pemilih Pilkada, KPU Minta Warga Tidak Takut Didatangi PPDP

user
tomi 20 Juli 2020, 10:21 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Warga diminta membantu proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2020 dan tidak perlu takut saat didatangi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di rumah. Sebab petugas sudah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah Yulianto Sudrajat, Minggu (19/7) mengatakan, PPDP sudah mulai melakukan coklit dengan mendatangi rumah warga pemilih. PPDP wajib mendatangi rumah warga agar mendapatkan data valid digunakan dalam Pilkada 2020. Proses tersebut sudah rutin dilaksanakan menjelang Pemilu. Wargapun sering menyambut kedatangan petugas dengan normal. Namun kondisi sekarang sangat berbeda karena pandemi virus corona.

Pandemi virus corona membuat akses di kampung warga menjadi terbatas karena sebagai pencegahan penyebaran virus corona. Bahkan dilingkungan perumahan juga dipasang portal tertutup sehingga menyulitkan PPDP saat akan melakukan coklit. Kekhawatiran juga dirasakan warga dengan membatasi atau menutup akses orang tidak dikenal di rumah. Selain mencegah penyebaran virus corona, juga antisipasi tindak kriminal maraknya aksi pencurian.

“Warga tidak perlu takut dan harus membantu kelancaran proses coklit saat didatangi PPDP. Sebab petugas sudah dilengkapi dengan APD,” ujarnya.

Yulianto Sudrajat mengatakan, penggunaan APD oleh PPDP sudah dilihat sendiri saat menerima kedatangan petugas melakukan coklit di rumahnya di wilayah Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.

“PPDP saat melakukan coklit mendatangi rumah warga tidak harus masuk kedalam rumah. Coklit bisa dilakukan di halaman bahkan diluar pagar rumah warga,” lanjutnya.

Untuk mendukung coklit, Yulianto mengatakan, dalam proses perekrutan PPDP juga dilakukan dengan mengambil warga dilingkungan sekitar. Hal ini mendukung pelaksanaan kegiatan mengingat PPDP sudah dikenal atau diketahui warga yang jadi sasaran coklit.

“PPDP bisa berkoordinasi dengan pengurus RT/RW saat melaksanakan coklit. Nantinya data akan dicocokan dan diteliti agar valid sebagai bahan pemilih Pilkada 2020,” lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan