KPU Sleman Adakan 'Coklit' di Rumdin Bupati dan Wabup

user
tomi 19 Juli 2020, 14:11 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mengadakan serangkaian acara yakni Apel Kesiapan PPDP (Petugas Pencocokan Data Pemilih) di 86 desa se Kabupaten Sleman yang dipusatkan di Kantor Desa Tridadi Kecamatan Sleman dan Kantor Desa Sendangadi Kecamatan Mlati.

Pelaksanaan Apel Kesiapan PPDP di Balai Desa Tridadi dengan Inspektur Upacara Kades Tridadi Kabul Muji Basuki dan dihadiri pula oleh Sumariyandono Kepala Biro Perencanaan, Data dan Informasi KPU RI serta Hamdan Kurniawan Ketua KPU DIY, Ketua KPU Sleman dan jajaran KPU Sleman dan Bawaslu.

Dalam kesempatan ini Sumariyandono menyampaikan hak masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk terdaftar sebagai pemilih dijamin undang-undang, untuk itu kegiatan Coklit yang dilakukan oleh PPDP memiliki posisi penting untuk menjamin terlaksananya Pilkada yang demokratis. Dalam UU Pilkada mengisyaratkan petugas harus mendatangi satu persatu dari rumah ke rumah para pemilih dengan tentunya di masa pandemi covid-19, menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Petugas sudah menjalani rapidtest dan semua dalam keadaan sehat. Ini sebagai modal yang sangat baik dan agar tetap dijaga agar selalu sehat. Dalam melaksanakan coklit tidak perlu masuk dalam rumah cukup di luar rumah, mengunakan sarung tangan, masker, face sield dan perlengkapan topi, band lengan, hans sintizer dan menggunakan alat tulis sendiri sendiri. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangai resiko penyebaran covid-19 di masyarakat.

Di rumah Dinas Bupati sudah siap menunggu Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, Istri Bupati Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo dan anaknya dr. Raudi Akmal. Petugas langsung melakukan pencocokan data keluarga dan terdapat 5 pemilih di Rumah dinas yang terdaftar yakni ada keponakan dan paman Bupati. Setelah melakukan Coklit petugas kemudian menempel stiker sebagai tanda telah dilakukan coklit oleh petugas.

Usai dilakukan Coklit Bupati Sleman berharap masyarakat Sleman dapat menerima petugas dengan baik sehingga semua warga yang telah memenuhi syarat dapat terdaftar untuk mengikuti Pilkada di Sleman. Pilkada dapat diikuti dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari masyarakat dan para calon dapat berkompetisi dengan sehat sehingga dapat diperoleh pemimpin yang dapat melanjutkan pembangunan di Kabupaten Sleman.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan kegiatan selanjutnya mendatangi Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) DIY di Dusun Jomblangan Sendangadi Mlati. Dikatakan lebih lanjut satu prinsip dan prasyarat untuk terselenggaranya pemilu/pemilihan yang demokratis adalah warga negara terdaftar sebagai pemilih tanpa diskriminasi dalam artian luas.

Jaminan pendaftaran pemilih tanpa diskriminasi termasuk akses pemilih untuk terdaftar dan mengetahui data pemilih (dirinya) secara mudah, juga untuk memperbaiki data dirinya apabila terdapat kekeliruan atau perubahan elemen data. (*)

Credits

Bagikan