Perkenalkan, Andre Anak Batak yang Suka Macapat

user
agus 18 Juli 2020, 13:10 WIB
untitled

YOGYA KRJOGJA. com - Tidak banyak anak muda sekarang yang suka macapat. Bisa membawakannya bukan karena tugas sekolahan tetapi karena memang menyukainya.

Andreas Arisby Satriani Manurung (12) siswa kelas VII A SMPN 2 Panjatan Kulonprogo memiliki hobi yang lain dari anak seusianya. Meski berdarah Batak, Andre menyukai tembang bahasa jawa macapat. Tinggal di Pedukuhan VIII , RT 30, RW 15, Pleret, Panjatan, Kulon Progo, Andre merupakan anak pasangan Basirun Manurung dan Krisna Kumalasari.

Kesukaannya pada macapat nampaknya berkaitan dengan hobby-nya menyanyi. Untuk mengasah kemampuannya, Andre kemudian bergabung dengan Komunitas Macapatan Malem Jemuwah Wagen, Beranda Seni Mbah Demang (BMSD) Kopi Nogo, Jl. Godean Yogyakarta.

Andre menyebutkan awalnya suka macapat karena dia juga suka lagu-lagu berbahasa Jawa. Menurutnya nembang macapat itu unik dan menantang. Di macapat itu ada nasehat dan tuntunan hidup yang baik bagi masyarakat.

Tantangan dalam nembang macapat yaitu : nada/laras harus pleng slendro dan pelog, cengkok/wiletan lagu, pedhotan lagu winengku ing sastra serta teknik pernafasan dada, perut dan diagfrahma. Andre menyayangkan kalau anak-sebayanya tidak menyukai macapat. Ikut komunitas macapat untuk nguri-uri budaya Jawa agar tidak hilang tergusur modernisasi.

Mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19 wawancara dengan Andre secara online dengan dipandu oleh penanggung jawab pergelaran dan sarasehan Macapatan Jumat Wagen Yohanes Siyamta, Jumat (17/7). Siyamta juga dikenal sebagai pengarang sastra Jawa yang sering mengisi di halaman Mekar Sari SKH Kedaulatan Rakyat.

Menurut Siyamta, sebelum pandemi yang di pergelaran dan sarasehan macapat malam Jumat Wage yang hadir antara 10-25 orang. Kemudian setelah pandemi Covid-19 sevara virtual. Nembang dari rumah direkam video ditayangkan bertepatan dengan jadwal pergelaran malam Jumat Wage. (War)

Credits

Bagikan