Penjualan Produk UKM Kulonprogo Meningkat di Perantauan

user
danar 18 Juli 2020, 04:10 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Perwakilan Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP) Agus Suharjo menjelaskan, produk Usaha Kecil Menengah (UKM) asal Kabupaten Kulonprogo yang sudah di distribusikan ke warga Kulonprogo yang berada di perantauan meliputi daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). Adapun produk lokal dimaksud, geblek, tempe benguk, beras organik, beras merah, peyek, kripik, lanting, batik geblek renteng, wedang uwuh merah delima, AirKu, sambel, wingko, opak, lauk OK dalam kaleng, gula batu, gula aren dan lainnya.

Pemesanan yang di lakukan warga Kulonprogo di perantauan merupakan tahap kedua dan program ujicoba apakah layak. Ujicoba pertama pada 27 Juni lalu dan uji coba kedua pada 25 Juli mendatang. Rencananya ungkap Agus Suharjo ujicoba akan di lakukan pada setiap bulan. Khusus pada Augustus akan dilakukan satu minggu setelah Hari Raya Idul Adha.

“Penjualan produk lokal kepada warga Kulonprogo di perantauan merupakan inovasi untuk memajukan usaha warga Kulonprogo. Produk-produk yang dikirim juga tidak memakan waktu, karena dikirim sehari langsung sampai Jabodetabek. Alhamdulillah pendistribusianya tidak mengalami hambatan," katanya saat audiensi melalui virtual dengan aplikasi zoom di Command Room Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Jumat (17/7/2020).

Sekum Bakor PKP Agus Triantara berharap warga perantauan Kulonprogo berlomba-lomba ikut program Gayeng Regeng Belanja Bareng. "Warga perantau yang meminta barang dari Kulonprogo mencapai delapan juta, mulai dari geblek, tempe benguk, beras yang masing-masing 10 kg,” jelasnya.

Konsep yang diterapkan dalam Gayeng Regeng Belanja Bareng, paket wajib (mewajibkan membeli beras dan AirKu), paket yang disarankan (beberapa produk yang disarankan untuk dibeli seperti batik geblek renteng dan makanan yang dipilihkan), paket bebas (makanan paling favorit dan cemilan favorit masyarakat).

Bupati Kulonprogo Drs Sutdjo menyambut baik gagasan yang luar biasa tersebut. "Pada kloter pertama kemarin yang sudah terkirim 30 juta aneka macam barang dari Kulonprogo. Ada 75 keluarga yang pesan. Program ini layak dilanjutkan dan tidak hanya warga Kulonprogo yang di Jabodetabek saja tapi dapat dikembangkan lebih banyak. Kami siap membantu jenis-jenis barang yang dibutuhkan dengan cara mengkomunikasikannya dengan para pihak terkait. Pemerintah daerah dan masyarakat sangat antusias dalam mendukung sukseskan gerakan Gayeng Regeng Belanja Bareng yang sangat luar biasa,” tutur Bupati Sutedjo.

Supardiyo, warga perantuan Kulonprogo menyampaikan testimoninya, belanja bareng sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan. Apalagi payuban warga perantuan Kulonprogo di Jabodetabek cukup banyak sehingga kebutuhan akan barang-barang juga banyak. "Kami menginginkan belanja bareng dapat dilanjutkan, karena warga Kulonprogo di perantauan sangat rindu dengan kampung halaman," jelasnya.(Rul)

Credits

Bagikan