Pilkada Sleman dan Gunungkidul, PDIP Jagokan Kustini dan BWH

user
danar 17 Juli 2020, 20:40 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan secara virtual nama-nama pasangan calon (paslon) yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada 2020 di banyak daerah termasuk dua kabupaten di DIY yaitu Sleman dan Gunungkidul, Jumat (17/7/2020). Untuk Pilkada Sleman, PDI Perjuangan menjagokan Kustini Sri Purnomo (calon bupati) dan Danang Maharsa (calon wakil bupati). Kustini adalah aktivis perempuan sekaligus istri Bupati Sleman sekarang Sri Purnomo. Sedangkan Danang adalah kader PDI Perjuangan yang saat ini menjadi Anggota DPRD Kabupaten Sleman (Fraksi PDI Perjuangan).

Untuk Pilkada Gunungkidul, PDI Perjuangan mengusung Bambang Wisnu Handoyo (calon bupati) dan Benyamin Sudarmadi (calon wakil bupati). Bambang Wisnu Handoyo yang akrab disapa BWH adalah seorang birokrat di lingkup Pemerintah DIY yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY. Sedangkan Benyamin berlatar belakang pengusaha. Jauh sebelum ini, PDI Perjuangan sudah mengumumkan pasangan calon yang dijagokan untuk Pilkada Bantul yaitu Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo.

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi menargetkan memenangi semua Pilkada 2020 di DIY yaitu Sleman, Bantul dan Gunungkidul. Dirinya sangat paham, bahwa dalam Pilkada sebelumnya PDI Perjuangan meraih hasil tidak baik. "Kali ini kami akan menerapkan metode baru untuk memenangi ini (Pilkada). Metode ini sudah terbukti berhasil, antara lain dalam pemenangan Ganjar Pranowo melawan incumbent Bibit Waluyo di Pilkada Jawa Tengah, juga pemenangan Joko Widodo dalam Pilkada DKI Jakarta melawan incumbent Fauzi Bowo," terang Nuryadi kepada wartawan usai rapat virtual dengan DPP di Hotel Dafam Fortuna Malioboro Yogyakarta.

Menurut Nuryadi, meskipun PDI Perjuangan mengusung calon sendiri dalam Pilkada 2020, namun PDI Perjuangan membuka ruang bagi partai politik lain untuk mendukung dan bekerja sama. "Secara aturan kami (PDI Perjuangan) boleh mengusung calon sendiri karena memenuhi syarat (minimal memiliki 20 persen kursi di parlemen). Jadi untuk mengusung itu ada aturannya (diatur UU), tapi untuk dukungan kami terbuka, siapapun (parpol) boleh mendukung paslon yang diusung PDI Perjuangan," terangnya.

Nuryadi menyadari penyebab kegagalan dalam Pilkada sebelumnya karena PDI Perjuangan di DIY tidak kompak. Maka dengan metode baru yang akan diterapkan ini, Nuryadi yakni akan bisa menyatukan seluruh unsur PDI Perjuangan di DIY untuk memenangkan Pilkada. Selain itu, para paslon harus dekat dengan rakyat dan bisa memberi solusi atas kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi rakyat. "Kita akan jual/branding paslon kita. Dan tak kalah penting, paslon harus bisa dipercaya rakyat," katanya. '

BWH mengaku bersyukur mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk maju sebagai cabup di Pilkada Gunungkidul. Menurutnya sesuai amanat Ketua Umum Partai bahwa seorang pemimpin harus memahami masalah rakyat, maka dirinya akan memprioritaskan membangun kemandirian desa, karena yang tahu persis masalah di level akar rumput adalah kepala desa.

"Nantinya kami akan bersama-sama dengan desa menggerakkan ekonomi, sosial, budaya yang ada di Gunungkidul. Jargon saya 'Ora Mbrebeki Ning Ngrampungi' atau jangan banyak bicara tapi selesaikan masalah dengan tindakan nyata," katanya.

Sedangkan Kustini berkomitmen akan lebih meningkatkan program-program yang sebelumnya telah berjalan bagus di Sleman di bawah Bupati Sri Purnomo. Dirinya akan mewujudkan Sleman Cerdas dan Berdaya Saing Tinggi dengan memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dengan didukung kemajuan teknologi digital.(Dev)

Credits

Bagikan