Tambahan Tenaga Kesehatan, Positif Corona di Sukoharjo 162 Kasus

user
tomi 17 Juli 2020, 16:12 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Jumlah kasus positif virus corona di Sukoharjo melonjak hingga terakumulasi 162 kasus. Lonjakan terjadi setelah temuan kasus postif virus corona terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta pada semua pihak untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan penularan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Jumat (17/7) mengatakan, dalam seminggu terakhir terjadi lonjakan kenaikan jumlah kasus positif virus coron terakumulasi sebanyak 162 orang. Padahal sebelumnya hanya ada diangka kisaran 100 orang saja. Lonjakan tersebut terjadi setelah ada temuan tambahan kasus positif virus corona baru baik pemudik dan terbanyak berasal dari tenaga kesehatan Puskesmas.

Sebanyak 162 kasus positif virus corona tersebut secara rinci, 80 kasus diantaranya atau 49,38 persen sembuh, 53 kasus atau 32,71 persen isolasi mandiri, 19 kasus atau 11,72 persen dirawat dan 10 kasus atau 6,172 persen meninggal dunia. Dari data tersebut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo kosentrasi terhadap 53 kasus isolasi mandiri dan 19 kasus dirawat. Sebab kondisi mereka terakhir masih hidup dan terkonfirmasi positif virus corona. “Terjadi lonjakan dan angka terakhir masuk secara akumulasi sebanyak 162 kasus,” ujarnya.

Sebanyak 162 kasus positif virus corona tersebut tersebar disejumlah wilayah di 12 kecamatan di Sukoharjo. Untuk wilayah Kecamatan Grogol diketahui ada sebanyak 37 kasus positif virus corona, Kecamatan Sukoharjo 24 kasus, Kecamatan Mojolaban 24 kasus, Kecamatan Kartasura 23 kasus, Kecamatan Baki 11 kasus, Kecamatan Bendosari 11 kasus, Kecamatan Nguter 9 kasus, Kecamatan Bulu 6 kasus, Kecamatan Tawangsari 5 kasus, Kecamatan Weru 5 kasus, Kecamatan Polokarto 4 kasus, Kecamatan Gatak 3 kasus. “Kecamatan Kartasura dan Kecamatan Sukoharjo terjadi lonjakan kasus positif virus corona karena salah satunya ada temuan kasus dari tenaga kesehatan,” lanjutnya. (Mam)

Credits

Bagikan