Masih Ada 'PR' Kasus Positif 400, DIY Terbaik Penanganan Covid-19,

user
tomi 17 Juli 2020, 09:40 WIB
untitled

BOGOR,KRJOGJA.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kerja para Gubernur dalam penanganan Covid-19 dan meminta mengajak aparat lainnya bekerja extraordinary. Termasuk DIY, yang dinilai terbaik dalam penanganannya.

"Dari seluruh parameter yang kita miliki memang DIY paling baik, Pak Wagub, nggih,” tutur Presiden Jokowi kepada Wagub DIY KGPAA Paku Alam X dan seluruh Gubernur saat memberikan pengantar pertemuan

dengan Gubernur se-Indonesia membahas Percepatan Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/7).

Kepala Negara juga menyebutkan 5 Provinsi yang baik dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 yakni DI Yogyakarta, Bangka Belitung, Aceh, Sumatra Barat, dan Gorontalo.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara sampaikan bahwa target dunia sekarang ini yaitu bagaimana menekan angka kematian dan meningkatkan kesembuhan setinggi-tingginya serta mengendalikan pertambahan kasus positif Covid-19 meski sangat sulit. "Penekanannya ada di dua hal itu.Tapi kalau bisa tiga-tiganya, kasus positifnya turun, berarti positivity rate-nya, persentasenya juga turun tetapi angka kesembuhan dinaikkan, angka kematian diturunkan serendah-rendahnya,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia masuk ke dalam 5 besar penduduk terbanyak tetapi kalau dilihat 10 negara dengan kasus tertinggi, tidak masuk di dalamnya.

Masih Ada 'PR' Kasus Positif 400, DIY Terbaik Penanganan Covid-19,

Menanggapi capaian penanganan Covid-19, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat. Menurut Sultan, semua keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan dan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat. "Kalau saya berterima kasih atas apresiasi

tersebut. Walaupun itu sebenarnya kewajiban seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia untuk bisa melaksanakan tugasnya dengan bertanggung jawab dan dengan baik. Sehingga penanganan

Covid bisa dilakukan secara maksimal,” kata Sultan.

Menurutnya, dalam penanganan Covid-19, Pemda DIYturut melibatkan masyarakat dengan menjadikannya sebagai subjek dalam setiap kebijakan. Bahkan menumbuhkan kesadaran, Pemda DIY meminta lurah, babinsa, dan bhabinkamtibmas, mendata setiap pendatang. Melalui pendataan tersebut diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi dalam memutus penularan Covid-19.

“Jangan sampai masyarakat merasa diperintah kon ngalor-ngidul. Masyarakat menjadi subjek karena hakikatnya yang sakit ya masyarakat sendiri, kalau sehat ya masyarakat sendiri,” ujarnya.

Dengan apresiasi yang diberikan tersebut, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menilai justru yang menjadi ‘PR’adalah berupaya melakukan pembatasan supaya tidak ada penularan, khususnya transmisi lokal. Jika terjadi kasus terkonfirmasi positif Covid-19, maka harus diberikan penanganan yang baik supaya sembuh. “Sebab apabila kita ketakutan tidak melakukan sesuatu maka tidak akan baik, sebaliknya apabila kita ‘ngawur’ apa-apa dilakukan tanpa kehati-hatian terhadap protokol kesehatan itu juga bisa menjadi masalah,” tandas mantan Kepala

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY ini.

Sementara itu, perkembangan jumlah warga terinfeksi Covid-19 di DIYterus bertambah, dengan total lebih dari 400 kasus. Angka tersebut bisa jadi PR untuk menekan penyebaran Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 di DIY melaporkan tambahan kasus positif sebanyak 8 kasus dan kasus sembuh sebanyak 4 kasus saat ini.

Penambahan kasus positif Covid-19 di DIY tersebut mempunyai riwayat penularan baik dari perjalanan ke luar daerah hingga luar negeri, kontak dengan kasus positif, hasil skrining Dinkes setempat

maupun masih dalam penelusuran.

“Hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif terdapat tambahan 8 kasus positif, sehingga total kasus positif Covid-19 di DIYmenjadi sebanyak 404 kasus,” kata Juru Bicara (Jubir) Pemda

DIY untuk penanganan virus Korona Berty Murtiningsih di Yogyakarta, Kamis (16/7). (Sim/Ira/Ria)

Credits

Bagikan