Tak Cukup Bukti, Kasus Syech Puji Distop

user
tomi 16 Juli 2020, 16:32 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com - Kasus Pujiono Cahyo Widiyanto alias Syekh Puji (54) yang diduga kembali menikahi gadis cilik yang ramai dipergunjingkan masyarakat terhenti. Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Jambu Kabupaten, yang juga pengusaha kaligrafi bahan tembaga itu lepas dari jeratan hukum.

"Kita hentikan karena berdasarkan penelusuran, tidak cukup bukti soal kasus Syekh Puji",ungkap Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum AKBP Sunarno pada gelar kasus, Kamis (16/7) di Mapolda Jateng, Semarang.

Sebaliknya Ny En, ibu dari gadis cilik berusia 7 tahun terkait berita yang dianggap memojokkanjustru meminta perlindungan ke Polda Jateng. Sebelum kasus Syeh Puji, yang pernah tersandung kasus serupa hingga mendekam di tahanan bermula dari laporan Endar Susilo selaku ketua Komnas Anak Provinsi Jawa Tengah.

Dalam laporan adanya dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh SyehPuji pada 5 Desember 2019 lalu. Dari laporan yang menyebutkan Syeh Puji menikah siri yang kedua kali dengan gadis cilik segera menyebar. Penyidik subdit IV remaja anak dan wanita( Renakta) Ditreskrimum segera bertindak dengan mengumpulkan barang bukti dan saksi.

Sedikitnya ada 18 saksi,termasuk dua saksi ahli dari Kantor Pengadilan Agama dan dokter yang memvisum gadis cilik itu. Namun, dalam perkembangan penyelidikan hanya satu orang yang menyatakan telah terjadi pernikahan Syekh Puji dengan bocah berusia 7 tahun warga Grabag."Saksi-saki yang diajukan oleh pelapor cuma satu yang bicara soal pernikahan Syekh Puji dengan bocah 7 tahun tersebut. Satu saksi itu Apri, yang juga keponakan Syeh Puji. Lainnya mengaku tidak tahu", jelasnya

Disebutkan berdasarkan pemeriksaan alat bukti hasil rekaman pelapor ketua KPA Jateng Endar Susilo dengan orang tua korban tidak ada yang menyatakan jika anaknya dengan Syekh Puji telah melakukan nikah siri.

Selain itu pihaknya juga tidak menemukan bukti kongkrit maupun fakta hukum yang menjelaskan sesuai keterangan saksi ahli dari dokter tidak terjadi kekerasan seksual kepada bocah 7 tahun tersebut.

Sebaliknya dari hasil penelusuran saksi-saki yang diberikan pelapor hanya semacam testimoni-testimoni saja. Bukti testimoni tersebut dapat diketahui dari hasil rekaman yang tersimpan pada flash disk. (Cry)

Credits

Bagikan