Banyak yang Nunggak Pajak, Samsat Lakukan Pendataan Masuk Desa

user
danar 16 Juli 2020, 16:50 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Sampai Kamis (16/7/2020) di Kabupaten Bantul terdapat 15.000 unit kendaraan, mobil maupun sepeda motor yang nunggak pajak. Untuk memudahkan pendataan pemilik kendaraan yang nunggak pajak, pihak Samsat Bantul menggandeng Capat dan Pamong Desa melakukan sosialiasi dan penyampaian informasi ke wajib pajak.

Menurut Kepala Samsat Bantul, Pramono didampingi Kasi Pendataan Samsat Bantul, Winardi, dari 15.000 unit kendaraan yang nunggak pajak tersebut, sekitar 25-27 persen masih berada di tangan pemilik, selebihnya sudah ada yang dijual, rusak, ditarik dealer, pindah alamat, hilang dan lainnya.

Sehingga untuk mencari alamat pemilik, pihak Samsat melibatkan Camat dan Pamong Desa untuk membantu pendataan kendaraan atau pemilik kendaraan yang nunggak pajak."Karena itu, petugas Samsat Bantul dalam beberapa hari terakhir ini menggalakkan sosialisasi pendataan di kecamatan masing-masing," jelas Pramono.

Selain sosialisasi pendataan, juga disosialisasikan Pergub DIY Nomor 26/2020 dan Pergub DIY No 42/2020 , tentang penghapusan denda pajak kendaraan yang dimulai Juni hingga 30 Juli 2020 dan diperpanjang mulai 1 Agustus hingga 30 September 2020. "Tetapi Pergub DIY tersebut hanya menghapus dendanya saja bukan membebaskan pajak kendaraan, karena ada yang salah persepsi mengira kendaraannya dibebaskan dari pajak," ungkap Pramono.

Sementara, selama pandemi Covid-19, angka penambahan kendaraan bermotor, jenis mobil maupun sepeda motor mengalami penurunan drastis. Sebelum pandemi Covid-19, penambahan kendaraan per hari rata-rata bisa mencapai 125 unit, tetapi selama pandemi Covid-19 rata-rata per hari hanya 15 unit.

Dengan penurunan penambahan kendaraan tersebut, pada tahun 2020 ini terget pemasukan pajak kendaraan bermotor dipastikan akan menurun tajam, bahkan mungkin hanya akan tercapai 20 persen dari target setiap tahun.

Kepala Samsat Bantul juga berharap, untuk menjaga jarak atau wajib protokoler kesehatan dalam upaya mencegah penularan Covid-19, para wajib bisa memanfaatkan program pembayaran pajak lewat Samsat Online Nasional dan pembayaran pajak kendaraan lewat ATM BPD.(Jdm)

Credits

Bagikan