Kesehatan Dijaga, Camat Harus Pantau Lokasi Penjualan Hewan

user
danar 16 Juli 2020, 10:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pengawasan terhadap lokasi penjualan hewan kurban tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Aparat di wilayah terutama camat dan lurah kini dituntut ikut melakukan pemantauan sekaligus pengawasan.

Walikota Yogya Haryadi Suyuti, mengaku sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 451/9162/SE/2020 terkait panduan penyelenggaraan Idul Adha 1441H dalam situasi pandemi. "Dalam SE sudah diatur jika penjual hewan wajib mengajukan izin melalui camat. Lokasi penjualan harus sudah dipantau," tandasnya, Rabu (15/7/2020).

Perintah pemantauan bagi para camat juga sudah disampaikannya dalam rapat koordinasi sebelumnya. Hasil laporan sementara dari para lurah dan camat, saat ini terdeteksi enam lokasi penjualan hewan kurban yang tersebar di Kecamatan Umbulharjo dan Mantrijeron. Diprediksi, dalam beberapa hari ke depan akan meningkat karena tahun lalu terdapat 58 titik lokasi penjualan.

Haryadi menyebut, hampir semua hewan kurban yang diperjualbelikan merupakan pasokan dari luar daerah. Oleh karena itu protokol kesehatan yang sudah dituangkan dalam SE juga wajib diterapkan oleh pengelola. Selain kondisi hewan yang harus sehat, pihak yang mendistribusikannya juga diwajibkan mengantongi surat keterangan sehat. Upaya ini ditempuh guna menghindari munculnya klaster baru di Kota Yogya.

Selain itu, Haryadi juga meminta bawahannya di wilayah untuk ikut meninjau tempat penyembelihan selama Idul Adha. Hal ini karena Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan dipastikan tidak akan mampu mengakomodir penyembelihan dari masyarakat. Apalagi tahun lalu 7.200 ekor hewan yang disembelih. "Tentu ini tidak akan mampu ditangani di RPH semuanya. Sejak awal harus dipetakan potensi lokasi penjualan hewan maupun tempat penyembelihannya," urainya.

Di samping mengatur penjualan dan penyembelihan hewan kurban, SE Walikota juga menyinggung pelaksanaan takbir keliling dan salat Id. Takbir keliling dan salat Id diimbau ditiadakan dan dialihkan ke rumah masing-masing. Kecuali bagi masjid atau musala yang sudah mengantongi surat keterangan aman Covid-19, dapat menggelar di tempat ibadahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya Sugeng Darmanto, menyebut tempat penjualan hewan tahun ini diharapkan bisa berkurang hingga separuh dari tahun lalu. Pihaknya menerapkan rasio keluasan guna membatasi jumlah hewan yang dijual di pasaran. Bagi sohibul kurban yang akan mendistribusikan daging ke luar daerah, diimbau membeli dan menyembelih di daerah tujuan.(Dhi)

Credits

Bagikan