Negatif Covid-19, Tujuh Panwaslu Sleman Kembali Awasi Pilkada 2020

user
danar 15 Juli 2020, 20:40 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Tujuh orang Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) ad hoc di jajaran Bawaslu Kabupaten Sleman siap kembali melakukan pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2020. Mereka sebelumnya dinyatakan reaktif saat melakukan rapid test serentak pada Selasa (7/7/2020). Kepastian ini didapat setelah keluarnya hasil swab yang menyatakan negatif dari RSUD Kabupaten Sleman.

Anggota Bawaslu Kabupaten Sleman Vici Herawati mengatakan, sebelumnya Bawaslu Sleman melalukan rapid test terhadap Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Desa se-Kabupaten Sleman secara serentak di masing-masing Puskesmas setempat. "Jumlah total Panwaslu ad hoc yang menjalani rapid test adalah 242 orang," jelasnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (15/7/2020).

Dari 242 orang Panwaslu ad hoc itu, lanjut Vici, hasil rapid test menunjukkan ada tujuh orang yang dinyatakan reaktif. Sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan Dinas Kesehatan Sleman, ketujuh orang yang hasilnya reaktif harus menjalani karantina dan Swab Test. "Bawaslu sudah mendapatkan kabar dari RSUD Sleman. Setelah melakukan swab test sebanyak dua kali, mereka dinyatakan negatif dari Covid-19," imbuh Vici.

Ketua Bawaslu Sleman M Abdul Karim Mustofa menambahkan, rapid test yang dilakukan secara serentak beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Bawaslu RI. "Menindaklanjuti instruksi dari Bawaslu RI," ungkapnya.

Tujuh orang Panwaslu ad hoc yang dinyatakan reaktif saat rapid test terdiri dari dua orang Panwaslu Kecamatan dan lima orang Panwaslu Desa. Ketujuh orang tersebut telah dinyatakan negatif dan 197 Pengawas Pemilu yang lain dinyatakan non-reaktif. Maka tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk menolak Pengawas Pemilu dalam penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2020.(Aha)

Credits

Bagikan