BLK Pertanian Ajak Pelajari Teknologi Tepat Guna

user
danar 14 Juli 2020, 19:30 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Tengah memusatkan Balai Latihan Kerja pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan di Kabupaten Karangayar. Kursus akan dibuka bagi semua kalangan yang berminat menekuni bidang-bidang tersebut.

Wakil Ketua HKTI Jawa Tengah, Darmadi mengatakan telah mengantongi kesepakatan dengan Pemkab Karanganyar dalam membuka BLK pertaniannya. Wilayah Karanganyar dinilai paling strategis dalam membuka kelasnya. Selain berada di lokasi menjangkau obyek penelitian dan kerja pertanian peternakan serta perkebunan di wilayah eks Karisidenan Surakarta, juga didukung pemerintah daerahnya.

“Rencana ini sudah didukung berbagai universitas yang akan menyumbangkan pakar pengajar di BLK pertanian,” jelasnya kepada wartawan di Karanganyar usai beraudiensi dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono di kantornya, Senin (13/7/2020).

Kursus di BLK pertanian direncanakan selama tiga bulan. Para pesertanya tidak dibatasi jenjang pendidikan. Namun harus berkomitmen meningkatkan kapasitasnya untuk memajukan pertanian, perkebunan dan perikanan atau peternakan. Di tahap awal akan diterima 10-20 siswa.

“Lulus dari sini mendapatkan sertifikat pegiat pertanian,” katanya.

Pendidikan non formal di bidang tersebut bertujuan memantik semangat generasi muda menggeluti pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Bidang-bidang usaha tersebut seakan kurang diminati para pemuda di desa. Mereka lebih tertarik berdagang atau merantau. Pendidikan nonformal itu juga mengedukasi cara pengatasi hama pertanian yang selama ini menjadi momok para petani.

Pada kesempatan tersebut Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi para pemuda yang masih tertarik pada dunia pertanian. Menurutnya, membangun semangat untuk tertarik pada sesuatu hal positif tidaklah mudah. Selama ini, para petani belajar mengolah lahan secara otodidak.

Harapannya ada sinergitas antara pemerintah dan petani demi ketahanan pangan. Terlebih Karanganyar maju dalam bidang pertanian dan selalu surplus beras.

“Petani ini faktor hajat hidup orang banyak, pemerintah wajib peduli, mendukung dan memfasilitasi petani untuk dapat berkreatifitas dan berinovasi dalam pengembangan pertanian,” tandasnya. (Lim)

Kredit

Bagikan