Corona Meluas, Semua Kecamatan di Sukoharjo Zona Merah

user
danar 13 Juli 2020, 18:50 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Sebanyak 12 kecamatan di Sukoharjo semuanya berstatus zona merah setelah ada temuan kasus positif virus corona. Dua kecamatan terakhir yang ada temuan kasus yakni di Kecamatan Gatak dan Kecamatan Tawangsari. Kondisi tersebut membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melakukan kewaspadaan penuh mengingat total akumulasi kasus positif meningkat menjadi 108 orang. Sedangkan dalam perkembangan terakhir Kabupaten Sukoharjo berstatus oranye.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Bejo Raharjo, Senin (13/7/2020) mengatakan, tambahan kasus terbaru di Kecamatan Gatak dan Kecamatan Tawangsari akhirnya terjadi juga setelah sejak awal temuan positif virus corona Maret lalu hingga awal Juli hanya ada di sepuluh kecamatan saja. Tambahan dua kecamatan melengkapi secara keseluruhan disemua wilayah di Sukoharjo ditemukan kasus positif virus corona. Kondisi tersebut membuat status 12 kecamatan masuk zona merah.

Di Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Gatak masing masing telah ditemukan satu kasus positif virus corona. Temuan tersebut sudah terkonfirmasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melalui hasil rapid test dan tes swab.

Temuan kasus positif virus corona di Kecamatan Tawangsari ditemukan di Desa Majasto. Sedangkan di Kecamatan Gatak berada di Desa Wironanggan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah melakukan penanganan terhadap pasien dengan melakukan perawatan di rumah sakit.

"Kasus positif virus corona di Kecamatan Tawangsari diduga pasien tertular dari pasar tradisional karena sering beraktivitas disana. Sedangkan kasus di Kecamatan Gatak karena bersangkutan kondektur bus," ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo selain menangani pasien juga melakukan pelacakan terhadap kontak erat. Petugas melacak siapa saja yang pernah kontak erat dengan pasien asal Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Gatak.

Pelacakan kontak erat dilakukan terhadap pedagang dan pembeli seperti di pasar tradisional di Kecamatan Tawangsari. Sedangkan kasus di Kecamatan Gatak pelacakan kontak erat dilakukan terhadap kru dan penumpang bus.

"Kondisi 12 kecamatan di Sukoharjo sekarang zona merah setelah ada temuan kasus positif virus corona. Sebelumnya hanya 10 kecamatan saja. Sedangkan secara khusus Kabupaten Sukoharjo sekarang masuk zona oranye atau setingkat lebih rendah dari zona merah," lanjutnya.

Status zona merah di 12 kecamatan membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta pada pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa untuk aktif. Hal sama juga berlaku bagi masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun.

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui secara akumulasi total ada 108 kasus positif virus corona. Rinciannya, 76 kasus sembuh, delapan kasus meninggal. Sedangkan sisanya kasus positif yang saat ini masih ada tinggal 24 kasus. Terdiri dari 15 orang rawat inap rumah sakit, delapan isolasi mandiri, dan satu orang isolasi rumah sehat.

"Dari 24 kasus positif yang masih ada, didominasi pasien yang dirawat di rumah sakit. Meski begitu, kami tetap berharap kasus sembuh terus bertambah," lanjutnya.

Sebanyak 24 kasus positif virus corona sekarang berada di Kecamatan Weru dua orang, Bulu dua orang, Tawangsari satu orang, Sukoharjo lima orang, Nguter satu orang, Bendosari empat orang, Polokarto satu orang, Mojolaban dua orang, Grogol dua orang, Baki dua orang, Gatak satu orang, dan Kartasura satu orang.

Kondisi 24 kasus positif virus corona tersebut dipantau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Harapannya mereka dapat segera sembuh secepatnya.

"Disatu sisi kasus positif virus corona secara akumulasi meningkat. Tapi disisi lain jumlah kasus sembuh juga terus bertambah," lanjutnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta protokol kesehatan sekarang harus menjadi hal wajib. Artinya apabila ada bentuk pelanggaran maka harus diberikan sanksi lebih tegas lagi. (Mam)

Credits

Bagikan