SMK 2 Kristen Solo Pecahkan Rekor Perdana Memproduksi Mesin Gergaji Belah Bergerak

user
tomi 12 Juli 2020, 13:58 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA com - Siswa dan guru Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) Kristen 2 Surakarta berhasil memproduksi Mesin Gergaji Belah Bergerak (MGBB) yang tepat guna digunakan di kalangan usaha perkayuan dan mebel skala UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Menurut Kepala Sekolah SMK 2 Kristen, Solo, Wijanto di seluruh SMK di Indonesia, baru SMK 2 Kristen Solo yang berhasil melakukan produksi Gergaji Belah Bergerak (GBB) cocok digunakan masyarakat pedesaan, menghemat tenaga, lebih murah dan multi fungsi.

Wijanto, Kepala Sekolah SMK 2 Kristen, Solo didampingi Ibnu Kurniawan, Direktur CV Dwi Daya selaku konsultan, saat produk GBB ditinjau dari Kementerian Desa (Kemendes), Minggu (12/7/2020) mengatakan di usaha penebangan kayu masih muncul kendala, kayu yang ditebang dari hutan, harus dibawa keluar dulu dalam bentuk gelondongan." Baru setelah itu dibawa ke tempat penggergajian, untuk dipotong-potong sesuai kebutuhan." ujar Ibnu Kurniawan, Direktur CV Dwi Daya yang kerap melakukan penelitian perusahaan kayu di luar Jawa.

Untuk menyiasati hal ini, Ibnu Kurniawan berdiskusi dengan Wijanto dan guru-guru SMK2 Kristen Surakarta yang sebelumnya dikenal sebagai produsen alat pemadam kebakaran portabel "Pawang Geni" yang sempat menasional karena banyak dikirim ke Jakarta saat Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI.

"Akhirnya diskusi dibarengi serangkaian penelitian dan percobaan tercipta sebuah temuan baru yakni Gergaji Belah Bergerak yang diklaim bisa jadi solusi untuk peningkatan kapasitas produksi industri kayu." baik Ibnu Kurniawan dan Wijanto secara senada menerangkan keunggulan GBB.

GBB itu dinamai Prigel.

Diberi nama Prigel atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan ulet dan tangkas. Alat ini memang berbeda dengan mesin penggergajian kayu pada umumnya. Sebab dengan sifatnya yang portable, maka mesin ini bisa dibawa ke lokasi penebangan kayu dengan mudah. Sehingga proses pengolahan kayu akan lebih mudah dan cepat.

"Dengan alat ini, begitu pohon ditebang bisa langsung dibelah di tempat. Sehingga saat keluar hutan, pihak produsen kayu sudah membawa batang-batang kayu yang siap diolah. Produsen juga tidak lagi menghasilkan sampah berlebih. Karena sampah gergajian akan tertinggal di lokasi penebangan. Dan bisa jadi pupuk untuk meningkatkan kesuburan tanah," jelas Wijanto Kepala SMK Kristen 2 Surakarta, saat mengenalkan mesin itu kepada utusan dari Kementerian Desa.

Sementara dari pihak Kementerian Desa yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik, Ir. Sukandar, MM mengapresiasi

produk inovatif karya para siswa SMK 2 Kristen Surakarta. " Sebab dengan alat itu tentunya bisa menunjang upaya pemberdayaan ekonomi maayarakat desa. Terutama yang selama ini bergerak di sektor industri pengolahan kayu."papar Ir. Sukandar.(Hwa)

Kredit

Bagikan