Didominasi Lanjut Usia, Kasus Bunuh Diri di Gunungkidul Tinggi

user
danar 10 Juli 2020, 19:30 WIB
untitled

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Kasus bunuh diri memasuki pertengahan tahun 2020 cukup tinggi mencapai 18 kasus dengan kejadian tersebar di belasan Kapanewon di Gunungkidul. Dari sebanyak 18 kasus tersebut, sebagian besar didominasi gantung diri dan terdapat dua kasus berusaha mengakhiri hidup dengan menegak racun serangga.

"Jumlah kasus ada 18 kejadian dan 16 diantaranya dengan cara gantung diri” kata Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nurwidhiastuti, Kamis (9/7/2020).

Berdasarkan catatan kepolisian jumlah korban nekat kasus bunuh masih didominasi oleh warga lanjut usia yang berusia antara 50 - 90 tahun. Meskipun demikian jumlah korban bunuh diri pada usia produktif juga relatif banyak yakni mencapai 7 orang.

Dari jumlah kasus yang terjadi tersebar di 12 kapanewon di Gunungkidul. Rata-rata setiap kapanewon terdapat satu minimal kasus bunuh diri. Sedangkan untuk wilayah yang tidak ada kasus bunuh diri yakni Kapanewon Paliyan, Playen, Panggang, Semanu, Rongkop dan Girisubo dan terbanyak terjadi di Kapanewon Semin mencapai 3 kasus.

"Berdasarkan data yang ada korban bunuh diri akibat putus asa lantaran menderita sakit tak kunjung sembuh dan depresi," ujarnya.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan jumlah korban bunuh diri baik dengan mengoptimalkan Bintara Pembina Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) maupun tokoh masyarakat.

Meskipun upaya mencegah dan menekan terjadinya bunuh diri bukan mutlak menjadi tanggungjawab kepolisian. Karena itu pihaknya menggalang kerjasama dengan seluruh pihak. Selain dengan pemerintah kabupaten, kepolisian juga mengajak Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh masyarakat (Tomas) untuk mencegah bunuh diri. "Kita terus berupaya agar kasus bunuh diri dapat dicegah," terangnya.(Bmp)

Credits

Bagikan