Pemahaman Orangtua Semakin Baik, Pendaftar Madrasah Kini 'Turah-turah'

user
agus 09 Juli 2020, 15:44 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Sekolah madrasah di Kabupaten Karanganyar berhasil memenuhi daya tampungnya di PPDB tahun ajaran 2020/2021. Pola pikir orangtua dalam memberikan pendidikan agama yang baik bagi anak mempengaruhi pilihan ke madrasah.

Kepala Kantor Kementrian Agama Karanganyar, Wiharso mengatakan seluruh sekolah madrasahnya tak menyisakan rombongan belajar yang belum terpenuhi pada PPDB tahun ini yang dapat diakses secara online maupun offline.

“Sampai ke penutupan pendaftaran, semua terpenuhi. Bahkan sampai turah-turah sehingga terpaksa menolak karena sudah penuh. Sebagai contoh MIN Karangmojo berdaya tampung 120 anak, terpenuhi,” kata Wiharso kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (9/7).

Tercatat, madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 71 sekolah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 26 sekolah dan madrasah aliyah (MA) 6 sekolah. Meski belum semua data PPDB masuk ke mejanya, namun diperkirakan ribuan peserta didik baru telah diterima di puluhan sekolah madrasahnya. Hal ini sangat berlainan dengan PPDB sekolah negeri dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Terdapat sekolah negeri kekurangan murid. Ia mengatakan, beberapa faktor mendongkrak minat orangtua menyekolahkan anaknya ke madrasah. Satu diantaranya pola pikir orangtua membaik untuk memberi pendidikan agama Islam dan akhlak.

“Masyarakat makin sadar pendidikan agama dan perilaku itu diakrabi di sekolah madrasah. Lagipula di dunia kerja, tidak ada lagi perbedaan calon pekerja lulusan sekolah negeri atau madrasah,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Tarsa mengatakan masih ada kecenderungan orangtua menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri favorit yang biasanya terletak di kota. Itu menyebabkan sekolah negeri di pinggiran kekurangan murid. Terkait sekolah madrasah yang makin diminati, ia menganggapnya wajar.

“Kementrian Agama memiliki jadwal PPDB tidak sama dengan Kemendikbud. Mereka juga lebih luwes menambah rombel. PPDB di sekolah negeri juga tidak semua memahami cara pendaftaran online,” katanya.

Ia menyebut sekolah kekurangan murid seperti di SDN 3 Jumantono, SDN 2 Jatiyoso, SDN 2 dan 3 Jatipuro serta SDN 3 Jumapolo.(Lim)

Credits

Bagikan