Normal Baru Mulai, Perceraian Naik di Kulonprogo

user
agus 08 Juli 2020, 23:45 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Selama masa pandemi Covid-19 yakni bulan Februari hingga Mei 2020 jumlah perkara perceraian yang diterima Pengadilan Agama (PA) Wates cenderung menurun. Perkara yang diterima meningkat setelah diberlakukannya new normal (normal baru) pada bulan Juni. Cerai gugat (cerai yang diajukan wanita) paling banyak dan penyebab paling dominan adalah faktor ekonomi serta pihak ketiga.

"Masa pandemi, Pengadilan Agama Wates sempat beberapa minggu menghentikan pendaftaran perkara secara manual, dan hanya menerima perkara melalui online. Selama itu jumlah perkara yang diterima berkurang. Setelah diberlakukan normal baru, pendaftaran manual dan online jumlah perkara meningkat. Karena pada bulan Juni, kami tidak membatasi pendaftaran perkara, meski tetap melakukan protokol kesehatan," ungkap Hakim sekaligus Humas Pengadilan Agama (PA) Wates, Sundus Rahmawati SH ketika dikonfirmasi Rabu (08/07/2020).

Jumlah perkara perceraian yang diterima dari Januari hingga Juni 2020 sebanyak 301. Terdiri Januari sebanyak 91 (Cerai Gugat 69, Cerai Talak 22), Februari 52 (CG 35, CT 17), Maret 38 (CG 30, CT 8), April 32 (CG 23, CT 9), Mei 14 (CG 11, CT 3), Juni (new normal) 74 (CG 49, CT 25). Sementara tahun 2018 perkara perceraian yang diterima PA Wates sebanyak 722, terdiri CG 506 dan CT 216. Tahun 2019 sejumlah 709, meliputi CG 447 dan CT 162.

Menurutnya, setiap bulan perkara perceraian yang masuk, istri lebih banyak menggugat. "Ada banyak faktor yang mempengaruhi istri gugat suami, diantaranya tidak diberikan nafkah, suami meninggalkan isteri setelah lama tanpa kabar, pihak ketiga baik dari laki-laki maupun wanita. Sedangkan pertengkaran yang disertai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak begitu banyak," tuturnya.

PA Wates, lanjut Sundus Rahmawati, juga telah berupaya melakukan mediasi agar perceraian tidak terjadi. Tapi tingkat keberhasilan mediasi sangat kecil sekali, karena orang yang sudah ke PA melalui proses mediasi terlebih dahulu, baik di lingkungan keluarga ataupun masyarakat sekitar, atau di luar persidangan. "Yang datang ke sini biasanya sudah bulat untuk bercerai, katanya. (Wid)

Credits

Bagikan